SOLOBALAPAN.COM - Keberadaan patung biawak di Wonosobo belakangan mencuri perhatian warganet.
Namun, di balik bentuknya yang unik dan nilai seni yang tinggi, karya ini juga memunculkan kisah mengharukan: para pedagang kaki lima di sekitar lokasi tak kuasa menahan air mata saat bertemu langsung dengan penciptanya, Rejo Arianto.
Momen penuh emosi itu terekam dalam unggahan TikTok @pianofficial21 pada Minggu (4/5/2025).
Dalam video tersebut, tampak sejumlah pedagang—mayoritas perempuan—menghampiri Rejo dengan mata berkaca-kaca.
Mereka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih karena sejak patung tersebut viral, penghasilan mereka meningkat drastis.
"Haru campur bahagia, dagangan laris para pedagang berterima kasih kepada Mas Rejo Arianto pembuat tugu biawak," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.
Reaksi warganet pun tak kalah antusias. Banyak yang memuji ketulusan karya Rejo dan bagaimana seni yang lahir dari niat baik ternyata membawa manfaat luas bagi masyarakat.
“Patung Biawak membawa berkah bagi UMKM wilayah Wonosobo dan sekitarnya,” tulis akun @aries4_94.
“Modal Rp50 juta tapi bisa seviral ini, UMKM ikut merasakan efeknya. Seketika Wonosobo punya ikon baru,” timpal akun @sofianastasya856.
Tak berhenti di situ, Rejo Arianto juga menunjukkan bakat lainnya sebagai pelukis.
Dalam video yang diunggah oleh akun @ristamza, Rejo terlihat melakukan aksi live painting di depan patung biawak buatannya.
Aksi ini menarik banyak perhatian dan membuat pengunjung semakin antusias berkunjung.
“Rejo Arianto memberikan kejutan live painting yang dapat dilihat masyarakat sekitar,” ujar konten kreator Naufal Ikbar Ristamza.
Diketahui, Rejo merupakan lulusan jurusan Seni Rupa dari ISI Surakarta.
Meski kini dikenal sebagai pembuat patung, kiprahnya di dunia seni lukis sudah lebih dulu dikenal.
Konsistensinya dalam berkarya membuktikan bahwa ia adalah seniman yang tak hanya berbakat, tapi juga berdedikasi.
Ramai Dicibir "Pemain Proyek Nakal"?
Di balik pujian masyarakat, muncul pula reaksi miring dari sebagian pihak.
Banyak warganet menyoroti bahwa patung biawak yang hanya menelan biaya Rp50 juta ini tampak jauh lebih bagus daripada proyek-proyek patung lain di berbagai daerah yang menelan anggaran miliaran.
“Disukai warga tapi dibenci pemain proyek nakal,” sindir akun @KaptenOleng.
Patung setinggi tujuh meter ini berdiri gagah di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Wonosobo—tepatnya di jalur nasional Ajibarang–Secang, dekat Toko Barkas, bekas RM Belimbing.
Sejak viral, lokasi ini jadi magnet baru bagi para pelintas dan wisatawan yang ingin berfoto.
Konten kreator TikTok seperti @seno.ardalepa alias Mas Rosid turut menyebarluaskan cerita di balik patung ini.
Ia menyebut patung biawak Wonosobo sebagai simbol baru daerah tersebut karena dibangun dengan anggaran masuk akal, namun hasilnya bernilai seni tinggi dan memikat.
Kisah Rejo Arianto dan patung biawak Wonosobo membuktikan bahwa karya seni yang dibuat dengan kejujuran dan semangat pengabdian bukan hanya memperindah ruang publik, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Ia menjadi contoh nyata bahwa ketika seniman diberi ruang, masyarakat pun ikut merasakan manfaatnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo