Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Memprihatinkan! Atlet Binaraga Malang Makan Ayam Tiren Jelang Porprov 2025, Pemkab Akhirnya Buka Suara

Damianus Bram • Selasa, 6 Mei 2025 | 18:17 WIB
Tangkapan layar video viral atlet binaraga Kabupaten Malang, Jawa Timur, sembelih ayam tiren.
Tangkapan layar video viral atlet binaraga Kabupaten Malang, Jawa Timur, sembelih ayam tiren.

SOLOBALAPAN.COM – Viral di media sosial, video yang memperlihatkan atlet binaraga Kabupaten Malang terpaksa mengonsumsi ayam tiren (ayam mati kemarin) jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 menuai keprihatinan publik.

Dalam video berdurasi belasan detik itu, dua orang atlet tampak membersihkan ayam tiren sebelum dimasak dan dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi selama masa persiapan kompetisi.

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Kabupaten Malang, Indra Khusnul, membenarkan bahwa video tersebut merupakan kondisi nyata yang dihadapi para atlet mereka.

“Untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan biaya yang ekonomis, para atlet kami mengonsumsi ayam tiren,” ujar Indra, Senin (5/5/2025).

Indra mengakui, meski secara agama tidak dianjurkan dan dari sisi kesehatan berisiko, kondisi keterbatasan anggaran membuat mereka tidak punya pilihan lain.

“Karena tidak ada solusi lain untuk cabang olahraga kami. Silakan saja orang bicara apa pun, tapi memang itu kenyataannya,” tegasnya.

Menurut Indra, anggaran dari Pemkab Malang hanya mencakup 10% dari total kebutuhan PBFI. Sisanya ditutupi secara mandiri.

“Sisanya kami tanggung sendiri. Kebetulan kami punya satu tempat latihan yang dikomersialkan, dan dari pendapatan itu kami subsidi kebutuhan para atlet,” jelasnya.

Ia berharap Pemkab lebih peka terhadap kebutuhan spesifik tiap cabang olahraga, khususnya binaraga yang sangat bergantung pada nutrisi tepat dan konsisten.

Pemkab Malang Akui Ada Keterlambatan Anggaran

Baca Juga: Dugaan Korupsi Hibah Sapi di Karanganyar: Peternak Jual Bantuan, Negara Rugi Ratusan Juta

Menanggapi polemik tersebut, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, mengakui adanya keterlambatan pencairan anggaran.

“Anggaran kita memang agak terlambat, tidak hanya untuk binaraga, tetapi seluruh cabor. Proses pencairannya tidak bisa langsung karena ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,” katanya, Selasa (6/5/2025).

Ia menambahkan bahwa anggaran kini sudah cair, termasuk untuk cabang binaraga.

Nurman memahami kekecewaan para atlet, sebab kebutuhan gizi atlet binaraga memang lebih tinggi dibandingkan cabor lain.

“Performa mereka sangat tergantung dari asupan dalam dua minggu terakhir sebelum tanding,” ujarnya.

Sebagai langkah evaluasi, Pemkab meminta agar pengurus cabang olahraga aktif membangun komunikasi dan pengawasan terhadap atlet agar kasus serupa tidak terulang.

“Saya sudah minta ketua pengurus cabor lebih intensif menjaga komunikasi, agar tidak ada kekecewaan serupa,” pungkas Nurman.

Kisah ini menjadi pengingat pentingnya dukungan anggaran yang tepat waktu dan sesuai kebutuhan, terutama bagi cabang olahraga yang sangat mengandalkan ketepatan gizi demi performa puncak. (dam)

Editor : Damianus Bram
#porprov #ayam tiren #binaraga #kebutuhan gizi #malang