SOLOBALAPAN.COM – Road to Grand Final Indonesian Idol 2025 menyisakan kejutan dan emosi mendalam.
Salah satu favorit publik, Mesa Hira, harus mengakhiri perjalanannya di tiga besar, menyusul tereliminasi pada babak penentuan menuju grand final yang digelar Senin, 5 Mei 2025.
Mesa, yang dikenal dengan karakter vokal kuat dan perjalanan hidup menyentuh, harus menelan kenyataan pahit karena mendapat vote terendah dari penonton.
Penampilannya di babak duet sempat menuai kritik dari para juri.
Meski sukses membawakan lagu Hey Ladies, ketegangan terlihat saat membawakan lagu milik Lyodra, yang membuat juri merasa terganggu oleh rasa nervous yang tak tertutupi.
Namun, eliminasi Mesa tak hanya soal teknis panggung.
Perjalanan finalis asal Medan ini sempat diwarnai kontroversi tajam, ketika sebuah akun TikTok bernama @dessyparamitaaa—yang mengaku sebagai Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2024—melontarkan tuduhan bahwa Mesa adalah “anak titipan”.
"Netizen coba cari tahu keluarga Mesa deh, nanti kalian bakalan paham kenapa dia masih stay sampai top 3," tulis Dessy lewat TikTok pada 2 Mei 2025.
"Kompetisi apapun selama di Indonesia, akan selalu ada 'anak titipan'," tambahnya.
Kontroversi ini langsung mendapat respons luas.
Apalagi, latar belakang Mesa justru menunjukkan perjuangan hidup yang keras sejak kecil.
Ia sudah menjadi anak yatim sejak usia tiga bulan dan berjuang mendapatkan pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi.
"Mesa ini yatim dari umur 3 bulan, mau kuliah juga nggak bisa karena GA ADA BIAYA. Anaknya pontang-panting nyari beasiswa sana-sini biar bisa lanjut kuliah. Pernah dihina karena bajunya nggak ganti-ganti di Idolyfe," tulis salah satu akun pendukung Mesa.
Tudingan sebagai “anak titipan” pun dianggap tak berdasar dan menyakitkan, terlebih ditujukan pada sosok yang berangkat dari nol dan bertahan karena kerja keras.
Kini, Indonesian Idol 2025 resmi memiliki dua grand finalis yang akan bertarung memperebutkan gelar juara: Fajar Noor dan Shabrina Leanor.
Mereka akan tampil dalam Grand Final mendatang, melanjutkan langkah panjang yang dimulai sejak audisi dibuka Desember 2024.
Mesa boleh saja tereliminasi dari panggung kompetisi, tapi kisah perjuangannya tetap akan dikenang sebagai salah satu narasi paling menginspirasi dalam sejarah Indonesian Idol. (lz)
Editor : Laila Zakiya