Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Viral di Bekasi! World App Tawarkan Uang Lewat Scan Retina, Diduga Jual Data Biometrik Lewat Crypto?

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 5 Mei 2025 | 02:39 WIB
Proses verifikasi identitas seseorang mengunakan Orb pada World.
Proses verifikasi identitas seseorang mengunakan Orb pada World.

SOLOBALAPAN.COM -  Warga Bekasi tengah dihebohkan oleh kemunculan aplikasi World App, yang ramai diperbincangkan usai membuka gerai di dekat Stasiun Bekasi.

Aplikasi ini merupakan bagian dari proyek Worldcoin, inisiatif kontroversial milik Sam Altman, pendiri ChatGPT.

Keramaian terlihat di sekitar ruko tempat gerai tersebut beroperasi. Banyak warga tampak antre untuk mengikuti prosedur yang ditawarkan: melakukan pemindaian retina melalui perangkat canggih bernama The Orb.

Iming-iming kompensasi hingga Rp800 ribu menjadi daya tarik utama bagi sebagian masyarakat yang bersedia memberikan data biometriknya.

Worldcoin mengklaim proses ini aman dan tidak menyimpan foto atau informasi pribadi pengguna secara langsung.

Teknologi mereka mengubah hasil pemindaian wajah dan retina menjadi kode terenkripsi permanen, yang nantinya disimpan dalam sistem untuk mencegah duplikasi identitas.

Setelah proses selesai, pengguna menerima World ID dan sejumlah Worldcoin (WLD) yang nilainya setara sekitar Rp16.500 per koin.

Baca Juga: World App Itu Apa? Fenomena yang Lagi Viral, Bisa Dapat 800 Ribu hanya dengan Scan Retina Mata, Berbahaya?

Namun, keamanan sistem ini menjadi sorotan tajam.

Retina manusia dikenal sebagai salah satu bentuk identifikasi paling sensitif dan sulit dipalsukan, bahkan melebihi sidik jari dan password.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan data jika sistem keamanan tidak benar-benar terjamin.

Sam Altman sendiri menyatakan bahwa seluruh data sepenuhnya dikendalikan oleh pengguna.

Meski begitu, kekhawatiran publik tetap mencuat, mengingat praktik pengumpulan data biometrik dalam skala besar ini terkesan minim pengawasan.

Isu privasi ini bukan hanya jadi perdebatan di Indonesia. Di tahun 2023, Inggris dan Jerman melakukan penyelidikan terhadap metode pengumpulan data Worldcoin.

Sementara itu, Spanyol dan Portugal telah mengambil langkah tegas dengan melarang aktivitas Worldcoin.

Pada 6 Maret 2024, Otoritas Perlindungan Data Spanyol memerintahkan penghentian pengumpulan dan pemrosesan informasi, serta pembekuan data yang telah dikumpulkan.

Portugal bahkan melarang pengoperasian Worldcoin selama tiga bulan setelah muncul laporan bahwa mata anak-anak turut dipindai.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah benar data biometrik manusia cukup murah untuk ditukar dengan ratusan ribu rupiah?

Di tengah era digital, masyarakat perlu semakin sadar bahwa data pribadi adalah aset penting.

Sekali dibagikan, kita mungkin tidak lagi sepenuhnya memilikinya—dan tidak semua bentuk kompensasi mampu mengganti risiko yang mengintai di masa depan. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#crypto #viral #bekasi #world app #biometrik #retina