SOLOBALAPAN.COM - Isu perselingkuhan yang menyeret nama selebgram Lisa Mariana dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali mencuat ke permukaan.
Kali ini, Lisa muncul dengan nada berbeda—penuh penyesalan dan kesadaran atas kesalahan masa lalu.
Dalam pernyataan terbarunya, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Atalia Praratya, istri sah Ridwan Kamil.
Mental Drop Akibat Body Shaming dan Tekanan Netizen
Dalam sebuah wawancara emosional bersama Melaney Ricardo, Lisa mengungkap pergolakan mental yang ia alami usai badai pemberitaan yang menimpanya.
Ia menceritakan perubahan drastis pada tubuhnya, dari berat awal 48 kg menjadi 107 kg, yang memicu gelombang body shaming dari warganet.
"Aku kalau dihujat apa pun masih kuat, tapi kalau udah bawa anakku dan body shaming, itu bikin aku benar-benar jatuh," ujar Lisa, dalam tayangan podcast YouTube yang dirilis Rabu (30/4/2025).
Julukan seperti "toren pink" yang disematkan kepadanya membuat Lisa merasa terhina dan tidak manusiawi.
Ia bahkan kerap dibanding-bandingkan dengan perempuan lain yang sudah memiliki anak, tapi dianggap memiliki penampilan fisik lebih ideal.
Akui Kesalahan: Pernah Jadi Simpanan Ridwan Kamil
Lisa tak menampik masa lalunya yang kontroversial. Ia secara terbuka mengakui pernah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ridwan Kamil dan Atalia.
Bahkan, ia mengklaim memiliki seorang anak perempuan dari hubungan tersebut.
“Dulu aku khilaf, saat itu masih umur 20-an. Sekarang sudah 25 tahun, dan sudah jadi istri juga. Aku baru benar-benar paham apa artinya menjadi pihak ketiga dalam rumah tangga orang,” ungkap Lisa dalam acara Pagi Pagi Ambyar di TransTV.
Lisa mengaku ketika itu belum cukup dewasa untuk memahami konsekuensi besar dari hubungan terlarang yang dijalaninya.
Permintaan Maaf Terbuka kepada Atalia Praratya
Kini, seiring usahanya memperbaiki diri dan menjalani peran sebagai ibu serta istri, Lisa menyampaikan permohonan maaf kepada Atalia Praratya.
“Aku merasa bersalah sesama perempuan. Aku pengin minta maaf, pengennya woman to woman. Suatu hari nanti, kalau waktunya tepat, aku ingin menyampaikan permintaan maaf itu secara langsung dan tulus,” ujar Lisa dengan mata berkaca-kaca.
Akankah Kisah Ini Berakhir Damai?
Setelah pengakuan terbuka ini, banyak publik yang bertanya-tanya: apakah drama panjang yang melibatkan Lisa Mariana dan Ridwan Kamil akan menemukan titik akhir?
Masyarakat kini menanti respons dari Atalia maupun Ridwan Kamil atas pernyataan ini.
Sementara itu, Lisa tampaknya mulai menata hidupnya kembali.
Ia menjalani peran sebagai seorang istri dan ibu, dan mencoba menebus kesalahan masa lalu yang telah menyakiti banyak pihak—khususnya perempuan lain yang terdampak oleh keputusan buruk yang pernah ia ambil.
Kisah Lisa Mariana tidak hanya menggambarkan dampak personal dari perselingkuhan, tetapi juga membuka ruang diskusi soal empati, kesehatan mental, dan pentingnya pertanggungjawaban publik bagi figur yang dikenal luas.
Permintaan maaf mungkin belum cukup menghapus luka, namun bisa menjadi awal dari rekonsiliasi dan refleksi bagi semua pihak yang terlibat, maupun masyarakat yang menyaksikan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo