SOLOBALAPAN.COM - Nama Aura Cinta mendadak viral di media sosial setelah aksinya berdebat dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait kebijakan pelarangan wisuda di sekolah-sekolah.
Perdebatan ini berawal dari video TikTok pribadinya, @iam\_auracinta, di mana ia menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah, termasuk soal penggusuran rumah keluarganya di bantaran sungai kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi.
"Lucu ya katanya pembangunan tapi yang dikorbanin rakyat kecil, proyek-proyek besar terus diluncurin, mulai dari larangan motor, sekolah tanpa wisuda, bahkan bendungannya bikin warga terusir dari rumahnya, katanya untuk rakyat tapi kenapa justru rakyat kecil yang dikorbanin," ujar Aura.
Video itu viral dengan lebih dari 10 juta tayangan dan 80 ribu komentar.
Namun, popularitasnya justru menuai kritik. Netizen mengungkap jejak digital Aura, termasuk video dirinya sebagai model iklan aplikasi pinjaman online.
Klip promosi itu tersebar setelah diunggah akun @lambe\_turah, memicu komentar pedas warganet.
“Pantes dia pengen wisuda SMA diadain, biar laku kali pinjolnya,” sindir akun @zuldfikarrr.
"Waaduh model pinjol juga, harusnya ada ketentuan hukum ya, masa bocil jadi model pinjol," tambah @mayangray.
Aura diketahui juga aktif sebagai content creator di TikTok dan YouTube, fokus di beauty vlogging.
Di Instagram, pengikutnya bertambah menjadi 20 ribu, sementara di YouTube mengumpulkan 2 ribu subscriber.
Ia juga pernah tampil di sejumlah sinetron lokal dan menjadi model iklan aplikasi pinjaman online, termasuk 360 Kredi.
Kontroversi semakin ramai setelah pertemuan Aura dengan Dedi Mulyadi direkam dan diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Dalam pertemuan itu, Aura tetap menyuarakan kritikannya terhadap kebijakan larangan wisuda.
"Tidak boleh ada beban untuk orang tua, jangan sampai BOS dibayar pemerintah tapi siswanya hura-hura," ujarnya.
"Harusnya kritik pemerintah yang tidak memperhatikan pendidikan, ini pemerintahnya memperhatikan pendidikan. Melarang gurunya bikin pungutan, harusnya siswa mengkritik sekolah yang membiarkan pungutan."
Aura pun tetap berusaha menyampaikan aspirasinya dengan sopan.
"Mohon maaf ya pak saya bukan menolak kebijakan bapak, jangan dihapus pak, gak semua orang bisa terima," ucap Aura.
Debat itu diakhiri dengan apresiasi dari Dedi.
"Terima kasih sudah mengkritik. Makanya saya undang. Biasa, namanya anak muda, kritis, bagus, tapi harus objektif," katanya.
Namun di balik itu semua, Aura mengaku merasa dijebak dalam pertemuan tersebut.
"Oh, waktu itu awalnya datang ke sana kan diundang. Saya pikir bakal ngebahas tentang masalah pengelusuran. Nggak tahunya malah ditembak ke masalah wisuda. Dan itu tuh aku nggak ada sama sekali. Nggak tahu kalau misalnya topik itu bakal ke wisuda."
Ayah Aura, dalam tayangan yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @/pembasmi.kehaluan.reall, juga menyampaikan perasaan kecewanya.
"Dihujat sampai sedemikian rupa ya tetap nggak ikhlas, Mas. Iya, tetap nggak ikhlas kita. Kalau suruh milih ya mendingan nggak usah. Terserang mendingan nggak usah. Itu terserang saya pribadi sebagai orang tuanya. Saya menyesal sekali kenapa dihari itu Aura saya pujuk untuk menemui Bapak. Saya merasa kasian. Iya, saya sebagai orang tuanya, sebagai ayahnya. Kok tidak bisa menyampaikan sesuatu, hanya diam di situ," keluh ayah dan ibu Aura.
Tak hanya perdebatan dengan Dedi, komentar netizen pun ikut menyoroti keluarga Aura melalui unggahan cuplikan video tersebut.
Akun Instagram @bianca\_puppets menulis, “Ternyata sekeluarga jago akting ????????”
Kemudian akun @\tiaraaafkl juga menimpali, “Kocak banget keluarga ini????”
Pemilik @\armyyindah ikut berkomentar, “Sabar ya pak, itukan ulah anak bapak hehehe” (lz)
Editor : Laila Zakiya