SOLOBALAPAN.COM - Kisah perceraian antara Dilan Janiyar dan mantan suaminya, Safnoviar Tiasdi, menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial setelah Dilan membagikan cerita pribadinya melalui akun Instagram @dilanjaniyar.
Dalam sebuah unggahan video, Dilan menuliskan, “Aku pernah ada di titik paling rendah, tentunya butuh untuk merefleksikan diriku sendiri agar menyerap segala energi positif yang ada, serta aku harus bangkit dari keterpurukan yang sudah menimpa hidupku.”
Kalimat itu menyiratkan bahwa ia tengah berusaha pulih dari luka mendalam yang dialaminya dalam rumah tangga.
Skandal Perselingkuhan yang Terungkap
Dilan pertama kali mulai menyadari kejanggalan setelah menerima banyak pesan dari orang-orang yang mengenalnya.
Dalam wawancaranya di kanal YouTube Denny Sumargo, ia mengaku awalnya tidak percaya suaminya berselingkuh. Namun, pesan demi pesan terus berdatangan.
"Dilan, aku pernah ketemu sama suami kamu di Tin**. Gak cuma satu (selingkuhannya), 10 orang lebih kalau sampai sekarang. Aku telepon satu-satu, bahkan ada yang aku temui," kata Dilan, mengutip pengakuan sejumlah perempuan.
Dilan bahkan mengaku telah bertemu langsung dengan beberapa perempuan tersebut.
Meskipun bukti dan pengakuan telah banyak terkumpul, Dilan sempat menyangkal kenyataan bahwa suaminya berselingkuh.
Di saat yang bersamaan, sang suami, Safnoviar, justru datang ke rumah ibunya dan menyampaikan tuntutan mengejutkan.
Harta Gono-gini Rp 800 Juta
Dalan momen penuh tekanan itu, Safnoviar Tiasdi meminta bagian harta gana-gini senilai Rp 800 juta jika pernikahan mereka berakhir.
Permintaan tersebut tentu mengundang pertanyaan publik: mengapa Dilan tetap memberikan jumlah sebesar itu meskipun ia adalah pihak yang tersakiti?
Dilan memberikan jawaban tegas. "Kalau ada orang yang bilang 'apa alasan Dilan masih mau kasih Rp 800 juta, dan itu kartu AS apa yang dipegang?' Enggak ada," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena tekanan atau rahasia tersembunyi, melainkan semata-mata karena mengikuti ketentuan hukum.
Berdasarkan aturan, harta yang diperoleh selama pernikahan dibagi dua, tanpa memandang siapa yang mencari atau siapa yang bersalah.
"Aku udah cari pengacara, enggak ada yang bisa nge-nolin bagian dia," tambahnya. Bahkan dengan bantuan pengacara ternama sekalipun, Dilan hanya bisa menurunkan persentase pembagian, bukan menghapuskannya sama sekali.
Dilan selama ini dikenal sebagai sosok mandiri dan produktif secara finansial. Ia aktif berkarya dan membangun kariernya sendiri.
Berbeda jauh dari sang mantan suami, Safnoviar, yang disebut-sebut tidak memberikan kontribusi berarti baik dalam kehidupan rumah tangga maupun pencapaian profesional Dilan.
Unggahan Dilan pun disambut gelombang simpati dan dukungan dari para warganet. Banyak yang memuji ketegaran dan sikap elegan Dilan dalam menghadapi situasi pelik ini.
Sebaliknya, tindakan Safnoviar dianggap memalukan dan tidak tahu diri, apalagi setelah isu perselingkuhan mencuat ke publik.
Kasus ini menyoroti fakta pahit dalam sistem hukum perdata: meskipun secara moral seseorang mungkin merasa diperlakukan tidak adil, aturan hukum tetap memaksa pembagian aset berdasarkan pernikahan, bukan emosi atau etika.
Dilan Janiyar memilih menghadapi semua itu dengan kepala tegak, membuktikan bahwa kekuatan perempuan bukan hanya soal bertahan, tetapi juga tentang melangkah maju dengan bermartabat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo