SOLOBALAPAN.COM - Nama Mas Rama Batik Nawilis tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama di TikTok.
Pria ini dikenal sebagai host live streaming penjualan batik yang berhasil mencuri perhatian publik berkat pesonanya yang khas dan gaya komunikasi yang memikat.
Melalui platform TikTok, Mas Rama tampil secara rutin untuk mempromosikan batik—salah satu warisan budaya Indonesia—kepada ribuan penonton.
Tak hanya menjual, ia juga mampu membangun kedekatan dengan audiens berkat pembawaannya yang santai dan penuh keramahan.
Parasnya yang menarik serta cara berbicara yang mudah dicerna menjadi nilai tambah yang membuat penonton betah berlama-lama menyimak siaran langsungnya.
Sebelum terjun ke dunia live streaming, Mas Rama menjalani kehidupan yang cukup sederhana.
Ia tumbuh di lingkungan yang sarat akan nilai seni dan budaya, yang tampaknya turut membentuk kecintaannya terhadap batik.
Kini, lewat perannya sebagai host, ia tak hanya memasarkan produk lokal, tetapi juga turut memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada publik luas.
Aktivitas live streaming Mas Rama dilakukan bersama sejumlah host lainnya, di mana mereka secara konsisten menampilkan berbagai koleksi batik sambil berinteraksi dengan penonton.
Pendekatannya yang bersahabat membuatnya memiliki basis penggemar yang loyal dan terus berkembang.
Namun, nama Mas Rama juga sempat terseret ke dalam sorotan publik akibat konflik dengan selebriti media sosial Ria Ricis.
Perseteruan tersebut bermula saat pihak Ricis mencoba menjajaki kerja sama dengan Mas Rama.
Sayangnya, komunikasi antara kedua tim dinilai tidak berjalan baik. Respons dari tim Mas Rama—terutama penggunaan kata "hadeh"—dianggap tidak profesional dan menyinggung pihak Ricis.
Menanggapi hal tersebut, Ria Ricis menyampaikan keberatannya melalui siaran langsung bersama Mas Tulus, yang kemudian menyulut berbagai reaksi di kalangan netizen.
Pihak Mas Rama pun segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf, menegaskan bahwa tidak ada niat buruk di balik insiden tersebut.
Dalam beberapa sesi live berikutnya, Mas Rama menekankan bahwa dirinya selalu berupaya bersikap terbuka dan profesional.
Ia menyatakan bahwa tujuan utamanya tetap untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan bagi penontonnya, serta terus mengangkat nilai-nilai batik sebagai kekayaan budaya bangsa.
Sebagai sosok muda yang konsisten mengangkat batik melalui platform digital, Mas Rama menjadi contoh bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan secara kreatif dan produktif.
Popularitasnya menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa bersinar di tengah arus tren global, asalkan disampaikan dengan cara yang relevan dan menyentuh hati masyarakat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo