SOLOBALAPAN.COM - Belakangan ini, dunia maya dihebohkan dengan video perdebatan antara seorang remaja perempuan bernama Aura Cinta dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Aura menjadi sorotan setelah dengan berani menolak kebijakan penghapusan acara wisuda sekolah yang dicanangkan oleh sang gubernur.
Sebelum dikenal luas karena sikap kritisnya terkait kebijakan wisuda, Aura Cinta sebenarnya sudah pernah viral sebelumnya.
Ia mengunggah video TikTok yang menyoroti penggusuran rumah-rumah di bantaran kali Bekasi—salah satu kawasan yang baru saja ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Penertiban ini dilakukan Dedi Mulyadi sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko banjir.
Namun, langkah tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat terdampak, termasuk Aura Cinta, yang rumahnya ikut tergusur.
Dalam video kritiknya, Aura menyuarakan keluh kesah dan ketidakpuasan terhadap kebijakan tersebut.
Tidak berhenti di situ, nama Aura kembali mencuat ketika ia menolak kebijakan baru yang menghapuskan tradisi wisuda sekolah.
Ia bahkan berkesempatan bertemu langsung dan berdebat dengan Dedi Mulyadi untuk menyampaikan penolakannya tersebut.
Bagi yang penasaran, akun TikTok yang digunakan Aura Cinta untuk mengunggah video kritiknya adalah @iam_auracinta.
Salah satu unggahannya yang berisi kritikan terhadap Dedi Mulyadi telah menarik perhatian besar, dengan total 5,6 juta penayangan.
Sementara itu, akun Instagram (IG) miliknya yang juga bernama @iam_auracinta kini telah mengumpulkan lebih dari 15,6 ribu pengikut.
Fenomena Aura Cinta menjadi bukti nyata bahwa media sosial saat ini bukan hanya tempat berbagi hiburan, tetapi juga ruang penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyuarakan pendapat dan memperjuangkan hak mereka secara terbuka.
Keberanian seperti ini mencerminkan semangat kritis yang sehat dalam iklim demokrasi. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo