SOLOBALAPAN.COM - Drama perceraian antara Baim Wong dan Paula Verhoeven belum juga usai.
Kini, publik kembali dibuat geger setelah rekaman suara viral memperdengarkan momen saat Baim memergoki Paula masih intens berkomunikasi dengan pria yang diduga sebagai selingkuhannya, yakni Nico Surya.
Yang lebih menyakitkan, dalam rekaman tersebut Baim membacakan isi pesan pribadi yang begitu mesra—lengkap dengan panggilan sayang spesial yang ditujukan Paula untuk Nico.
“Hai sayang, how are you? Kangen lho nih. Tadi siang bobok mimpiin lu, jadi kangen deh sama lu.”
Baim membacakan chat itu dengan nada getir, tak kuasa menahan kekecewaannya.
Bahkan ia menyebut bahwa Paula dan Nico sempat berkomunikasi selama dua jam di kamar mandi.
Tidak hanya satu pesan, Baim juga mengungkapkan bagian lain dari percakapan yang memuat ungkapan rindu dan kekhawatiran yang disebutkan Paula kepada Nico:
"'Kan lu gue selatan, info lu kirim obat. Aku deg-degan loh. Aku enggak pernah kayak gini. Ya udah deh lu sehat ya, bye darling'."
Ungkapan “sayang” dan “darling” dalam chat tersebut membuat publik berspekulasi soal kedekatan emosional yang tidak wajar antara Paula dan Nico, terlebih karena Nico bukan hanya sahabat lama Baim Wong, tapi juga pernah bekerja dalam tim produksi konten mereka.
Dalam percakapan itu, Paula sempat membantah tuduhan Baim dan beralasan lupa isi chat dengan Nico. Ia bahkan berusaha membela diri:
“Aku udah jarang.”
Namun Baim langsung menyela dan menuding Paula berbohong terus-menerus.
“Enggak, kenapa harus bohong? Jangan muter-muter. Kamu sudah ketangkap basah,” ujar Baim dengan tegas.
Tak hanya itu, Baim menyebut percakapan intens antara Paula dan Nico berlangsung pada 8 April, jauh setelah hubungan rumah tangga mereka sudah mulai retak.
Kekecewaan mendalam yang dirasakan Baim akhirnya membuncah menjadi keputusan bulat: menceraikan Paula.
Di tengah suara Paula yang memohon agar tidak diceraikan, Baim tetap bersikeras.
“Bismillahirrahmanirahim, aku mau cerai. Aku mau cerai sama kamu.”
Meski Paula mencoba menahan, “Jangan sayang, sayang jangan cerai,”
Baim tetap tak goyah, “Aku udah enggak bisa.” (lz)
Editor : Laila Zakiya