Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Anaknya Jadi Tersangka Kasus Bullying PPDS Anestesi Undip Aulia Risma, Ibu Zara Yupita Azra Ngotot Sebut Anaknya Cuma Korban!

Laila Zakiya • Minggu, 27 April 2025 | 18:09 WIB
Tampang Zara yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian dokter PPDS Anestesi Undip, Aulia Risma Lestari.
Tampang Zara yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian dokter PPDS Anestesi Undip, Aulia Risma Lestari.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus tragis meninggalnya dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), kembali menjadi sorotan nasional.

Bukan hanya karena status tersangka yang disandang oleh dr. Zara Yupita Azra, salah satu senior di lingkungan PPDS tersebut, tetapi juga karena sikap membela mati-matian yang ditunjukkan oleh ibunda Zara, Pipit Devitri.

Melalui unggahan di akun Facebook-nya, Pipit dengan tegas menyebut bahwa anaknya bukan pelaku, melainkan korban dari proses hukum yang menurutnya "sesat" dan dipenuhi kepentingan tertentu.

Ia bahkan menyebut penetapan Zara sebagai tersangka hanya untuk memenuhi tuntutan narasi publik.

“Zara korban dari proses peradilan sesat, memaksa memunculkan tersangka demi tujuan tertentu,” tulis Pipit, dikutip dari akun Twitter @bambangsuling11.

 

Pernyataan Pipit tak berhenti sampai di situ.

Ia juga menuding bahwa kematian dr. Aulia bukanlah akibat bullying, melainkan karena tindakan overdosis obat yang dilakukan sendiri oleh korban.

“PPDS yang mati itu karena overdosis menyuntikkan obat, tetapi menyalahkan anak orang lain, menuduh bully,” lanjutnya.

Selain mempertanyakan penyebab kematian, Pipit juga menyindir keputusan pihak keluarga korban yang menolak autopsi, namun tetap menjadikan putrinya sebagai tertuduh utama.

“Coba tanyakan ke orang tuanya kenapa menolak di autopsi, tapi malah menuduh.”

Namun, tudingan ini langsung dibalas keras oleh pengacara keluarga korban, Yulisman Alim*, yang menyebut Zara sebagai “pembunuh berdarah dingin” dan bertekad akan terus menuntut pertanggungjawaban hukum darinya.

Unggahan diduga sosok ibu dari Zara Yupita Azra.
Unggahan diduga sosok ibu dari Zara Yupita Azra.

“Mau sembunyi ke mana anakmu, akan kami kejar sampai ke lubang semut,” tegas Yulisman.

 

Sikap ibunda Zara memperparah kemarahan publik yang sejak awal sudah mempertanyakan keistimewaan akademik yang diterima Zara Yupita Azra.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka resmi dalam kasus perundungan dan pemerasan, namanya tetap tercantum dalam daftar kelulusan komprehensif nasional dan disebut akan lulus lebih cepat pada Agustus 2025—setahun lebih cepat dari jadwal normal.

Alih-alih dikenai skorsing atau diberhentikan sementara, Zara justru seolah dilindungi oleh pihak kampus.

Fakta ini dibocorkan oleh akun @drg.mirza yang menunjukkan percakapan internal:

“Iya dok, sebagai tersangka bukannya dia dapat skorsing, namun malah semakin dipercepat kelulusannya.”

Tak heran jika publik menyuarakan kemarahannya secara terbuka di media sosial, menuding Undip sebagai institusi pendidikan yang melindungi pelaku, bukan membela korban. (lz)

 

 

 

 

Editor : Laila Zakiya
#viral #Zara Yupita Azra #bullying #PPDS Anestesi Undip