SOLOBALAPAN.COM - Nama Frans Manansang, salah satu pemilik Taman Safari Indonesia, mendadak ramai dibicarakan publik setelah sebuah pengakuan mengejutkan dari seorang mantan pemain sirkus, Ibu Butet, menjadi viral.
Kasus ini menyeret nama Oriental Circus Indonesia (OCI), lembaga hiburan yang pernah bekerja sama dengan Taman Safari, dan kembali memunculkan isu lama soal dugaan kekerasan terhadap anak-anak di lingkungan sirkus tersebut.
Video wawancara Ibu Butet yang diunggah di akun TikTok @mastercorbuzier memicu perhatian publik luas.
Dalam video itu, ia menceritakan masa kecilnya yang penuh luka saat menjadi bagian dari OCI dan tampil di sirkus Taman Safari.
Kesaksian tersebut menyentuh hati publik karena memuat cerita eksploitasi, kekerasan fisik, dan pelanggaran hak anak.
Salah satu yang paling mengejutkan adalah klaim bahwa Ibu Butet pernah dipaksa memakan kotoran hewan oleh istri Frans Manansang setelah ketahuan mencicipi makanan yang bukan untuknya.
Peristiwa itu, menurutnya, terjadi di depan banyak orang namun tak ada yang berani membela.
"Karena saya anak kecil, saya kira itu sesuatu yang biasa. Tapi sekarang saya sadar itu adalah kekerasan," ujarnya dalam video tersebut.
Meskipun belum terverifikasi secara hukum, pengakuan ini memicu gelombang reaksi di media sosial.
Netizen pun mulai menelusuri siapa sebenarnya sosok istri Frans Manansang.
Namun, hingga saat ini, belum ditemukan informasi atau dokumentasi resmi yang memuat nama dan identitas istri sang pemilik Taman Safari tersebut.
Minimnya informasi ini membuat publik semakin penasaran.
Banyak pengguna internet mencari profil istri Frans Manansang di mesin pencari, media sosial, hingga forum daring, namun hasilnya nihil. Tidak ada klarifikasi resmi dari pihak keluarga Manansang maupun Taman Safari.
Ketiadaan data resmi tersebut menyulitkan publik dan aparat untuk menindaklanjuti pengakuan ini.
Meski begitu, desakan agar lembaga seperti Komnas HAM turun tangan pun terus bermunculan.
Oriental Circus Indonesia sendiri telah berdiri sejak 1967 dan dikenal sebagai sirkus keliling legendaris di Indonesia.
Kerja sama antara OCI dan Taman Safari disebut-sebut berlangsung pada era 1980 hingga 1990-an.
Beberapa mantan pemain OCI menyebutkan bahwa pelatihan dan kehidupan di sana berlangsung keras, bahkan banyak yang mengalami kekerasan demi mempertahankan disiplin pertunjukan.
Taman Safari Indonesia, yang dikelola oleh keluarga Manansang dan Sumampouw, kini menjadi salah satu pemain besar dalam industri wisata nasional dengan lebih dari 10 destinasi di seluruh Indonesia.
Namun, di balik kejayaan bisnis itu, tersembunyi cerita lama yang kini mulai terbongkar ke permukaan.
Salah satunya adalah laporan ke Komnas HAM pada 1997 tentang dugaan eksploitasi anak di OCI dan Taman Safari.
Laporan tersebut memuat pengakuan tentang pemukulan, kerja paksa, dan pelanggaran hak pendidikan.
Sayangnya, karena minimnya bukti saat itu serta kurangnya sorotan media, laporan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.
Kini, di tengah viralnya pengakuan Ibu Butet, publik kembali menuntut keadilan dan mendesak agar kasus ini diselidiki lebih lanjut.
Desakan terhadap transparansi dan akuntabilitas pihak-pihak yang disebutkan pun semakin kuat, terutama terhadap keluarga Manansang sebagai tokoh sentral dalam cerita ini. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo