SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan eksploitasi dan penyiksaan terhadap pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) kembali menyedot perhatian publik.
Nama keluarga Manansang, yang berada di balik manajemen OCI dan Taman Safari Indonesia (TSI) Group, mendadak viral setelah kesaksian sejumlah mantan pemain sirkus seperti Vivi dan Butet mencuat ke permukaan.
Dalam sebuah tayangan podcast Forum Keadilan TV, dua mantan pemain sirkus itu, didampingi pengacara Cak Sholeh, mengungkap perlakuan yang mereka alami semasa bekerja di lingkungan sirkus tersebut.
Mereka menyebutkan adanya tindakan kekerasan, perlakuan tidak manusiawi, bahkan pelanggaran terhadap hak anak yang terjadi sejak lama.
"Sudah sejak tahun 1997 laporan ini ada, bahkan Komnas HAM kala itu sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa terjadi eksploitasi dan penyiksaan terhadap anak-anak di sirkus ini. Tapi sayangnya, rekomendasi itu hanya menjadi macan kertas," kata Cak Sholeh dalam siaran tersebut.
Tudingan ini langsung dibantah oleh pihak OCI dan Taman Safari Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis, 17 April 2025, Toni Sumampouw selaku pihak yang disebut-sebut terlibat, menyatakan bahwa seluruh pelatihan sirkus dilakukan dalam batas wajar dan tidak ada kekerasan ekstrem.
Namun, bantahan itu tak serta merta meredakan kemarahan publik.
Kini, sorotan juga mengarah pada besarnya kekuasaan keluarga Manansang dalam bisnis hiburan dan wisata.
Selain mengelola sirkus, keluarga ini juga menaungi jaringan besar Taman Safari Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah 11 tempat wisata yang dikelola oleh Taman Safari Indonesia Group:
1. Taman Safari Indonesia – Bogor, Jawa Barat
2. Taman Safari Indonesia – Prigen, Pasuruan, Jawa Timur
3. Taman Safari Indonesia – Gianyar, Bali
4. Jakarta Aquarium & Safari
5. Beach Safari – Batang, Jawa Tengah
6. Solo Safari – Surakarta, Jawa Tengah
7. Varuna Marine – Safari Bali
8. Royal Safari Garden – Cisarua, Bogor
9. Safari Resort – Kawasan TSI Bogor
10. Baobab Safari Resort – Prigen, Jatim
11. Mara River Safari Lodge – Bali
Dengan besarnya jaringan wisata tersebut, publik mempertanyakan bagaimana bisa tuduhan serius seperti ini berlangsung begitu lama tanpa penyelesaian hukum yang jelas.
Padahal laporan terhadap praktik yang tidak manusiawi ini sudah dilayangkan sejak tahun 1997.
Diketahui, tokoh-tokoh yang berada di balik bisnis ini adalah Hadi Manansang, Jansen Manansang, Frans Manansang, dan Tony Sumampau.
Mereka merupakan tokoh penting di balik ekspansi bisnis Taman Safari Indonesia yang kini menjadi salah satu jaringan destinasi wisata terbesar di Indonesia.
Tony Sumampau pun tak tinggal diam.
Dalam pernyataan resminya di Bogor, ia membantah tuduhan tersebut dan menyebut pihaknya siap menghadapi proses hukum.
“Kalau memang itu benar kejadiannya, kenapa baru sekarang dilaporkan? Tahun 1997 saja sudah pernah ada laporan,” ujarnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya