SOLOBALAPAN.COM – Nama Rizal Sampurna tengah jadi sorotan publik usai kasus kematiannya yang penuh kejanggalan di Kamboja viral di media sosial.
Pria lajang berusia 29 tahun asal Lingkungan Sukowidi, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur ini diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan dipaksa bekerja sebagai operator judi online (judol) dalam kondisi tidak manusiawi.
Kisah tragis Rizal terungkap setelah seorang sahabatnya, Anies Zulkarnain, mengungkap sejumlah fakta mengerikan yang dialami Rizal selama bekerja di Kamboja.
Menurut Anies, Rizal pernah mengirimkan video call dalam keadaan tangan diborgol saat tengah bekerja di depan komputer.
“Dia mengabari saya berangkat ke Kamboja dari Medan bersama sekitar 20 orang lainnya,” ujar Anies, dikutip SoloBalapan dari tayangan Apa Kabar Indonesia Siang yang tayang di YouTube tvOnenews, Kamis (17/4/2025).
Sebelumnya, Rizal sempat mengabari bahwa ia berangkat ke Kamboja tanpa memberi tahu keluarga.
Dalam pengakuannya kepada Anies, Rizal mengaku menerima tawaran kerja dengan iming-iming gaji 800 dolar AS.
Namun, kenyataannya, ia hanya menerima sekitar 300 dolar AS setelah tiba di sana.
“Saya sempat tanya, ‘kamu yakin kerja di sana’. Dia ketawa-tawa,” lanjut Anies.
Anies juga menceritakan bahwa komunikasi terakhirnya dengan Rizal terjadi pada 9 Maret 2025.
Saat itu, Rizal meminta doa agar target pekerjaannya tercapai.
Jika tidak, ia terancam dipindahkan ke Myanmar atau Vietnam.
Namun pada 26 Maret, ketika Anies mencoba menghubunginya lagi, nomor Rizal sudah tidak aktif.
“Tanggal 26 Maret saya kontak dia, tapi nomer hp-nya sudah tidak aktif,” ujar Anies sambil berkaca-kaca.
Kematian Rizal pun diketahui keluarga dari orang tak dikenal bernama Marjun yang datang ke rumahnya pada 5 April 2025.
Yang membuat keluarga curiga, Rizal terakhir kali menghubungi sang ibu pada 16 Maret, sementara ia dikabarkan meninggal dunia pada 17 Maret 2025.
Selama hampir satu bulan, keluarga tak mendapat kabar apapun dari Rizal.
Ibunda Rizal pun merasa ada yang janggal dengan kematian anaknya.
Terlebih, foto-foto dan video yang dikirimkan Rizal selama di Kamboja menunjukkan kondisi kerja yang tidak manusiawi.
Salah satu videonya menunjukkan Rizal bekerja di depan komputer dengan tangan diborgol, yang menurut pengakuannya merupakan perlakuan biasa di tempat kerja.
Biodata singkat Rizal Sampurna pun beredar luas.
Pria berusia 29 tahun itu diketahui berangkat ke Kamboja pada Oktober 2024.
Ia sebelumnya sempat bekerja di Bali dan Jakarta sebelum akhirnya bertolak ke Medan dan melanjutkan perjalanan ke Kamboja menggunakan kapal bersama sekitar 20 orang lainnya.
Baca Juga: Persika Karanganyar Libas Persinga Ngawi 7-2 dalam Uji Coba Jelang Bergulirnya Liga 4 Nasional
Hingga kini, belum ada kejelasan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kematian Rizal.
Dugaan kuat menyebut bahwa ia menjadi korban perdagangan manusia yang difasilitasi oleh jaringan sindikat internasional yang mempekerjakan WNI secara ilegal dalam industri judol di negara Asia Tenggara. (lz)
Editor : Laila Zakiya