SOLOBALAPAN.COM - Tali Keramat kini menjadi perbincangan viral di media sosial setelah banyak tes seleksi kerja yang menggunakan benang atau tali untuk mengukur tinggi badan calon pekerja.
Dalam proses seleksi, beberapa perusahaan memasang tali di pintu dengan ketentuan tinggi badan tertentu.
Peserta yang tidak bisa melewati tali tersebut langsung dinyatakan gugur dalam seleksi lanjutan.
Salah satu video yang mengunggah tes ini adalah akun TikTok Nonof, yang membagikan pengalamannya menyaksikan banyak peserta yang belum memulai seleksi sudah diminta mundur karena tidak memenuhi syarat tinggi badan.
"Kemarin-kemarin lihat FYP TikTok ku orang-orang ga lulus tali sakaratulmaut ini, dan today aku menyaksikan sendiri mereka yang belum apa-apa udah disuruh mundur," tulisnya dalam unggahan yang mendapat banyak komentar dari publik.
Beberapa komentar dari warganet seperti "Ohh ini tali keramat KAI" tulis nimah.
"Barusan banget aku gugur karena tali keramat" ucap pemilik akun MF.
"Syarat ini penting agar mudah untuk menjangkau kabin kereta teman, jika TB-nya kurang, akan sulit untuk menjangkau kabin kereta" jelas akun saa! menanggapi video viral tersebut.
Hal itu semakin menjadi sorotan terhadap tes ini, terutama terkait dengan pekerjaan di industri transportasi, seperti di PT KAI.
Meskipun banyak yang merasa kaget dan kecewa dengan syarat seleksi yang ketat ini, banyak juga yang memahami pentingnya persyaratan tersebut untuk kelancaran pekerjaan di lapangan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Moisturizer untuk Usia di Atas 40 Tahun: Kunci Kulit Lembap, Kencang, dan Awet Muda!
Salah satunya dalam konteks kabin kereta yang memerlukan tinggi badan tertentu agar memudahkan pekerja dalam menjalankan tugas.
Memiliki postur tinggi mampu mempermudah aktifitas pegawai untuk membantu penumpang yang melakukan aktifitas di dalam gerbong kereta api.
Nah, bagi kamu yang memiliki tinggi badan terbatas tak perlu khawatir karena tidak semua perusahaan menerapkan benang keramat loh.
Tentunya hanya beberapa perusahaan dengan kebutuhan tertentu yang memberikan persyaratan tinggi badan dalam seleksinya.
Editor : Nindia Aprilia