SOLOBALAPAN.COM - Nama Jan Hwa Diana kembali menjadi sorotan setelah sejumlah mantan karyawan mengungkapkan pengalaman buruk mereka saat bekerja di CV Sentosa Seal.
Salah satu kisah yang mencuat adalah cerita dari Rangga Putra, seorang mantan karyawan yang mengaku menjadi korban perilaku manipulatif dan tidak manusiawi dari Jan Hwa Diana, pemilik CV Sentosa Seal.
Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Armuji yang dibagikan pada 13 April 2025, Rangga Putra mengungkapkan bagaimana ia terjerat dalam rayuan manis Jan Hwa Diana yang awalnya tampak menjanjikan.
Rangga mengaku mengenal Jan Hwa Diana melalui Facebook, di mana ia melihat iklan lowongan pekerjaan dari CV Sentosa Seal.
Melihat kesempatan tersebut, Rangga merasa tertarik dan memutuskan untuk melamar kerja.
"Awal kenal itu manis banget, saya ketemunya saja di Facebook, dia pasang di Facebook atas nama CV Sentosa Seal," ujar Rangga.
Jan Hwa Diana sendiri mengakui bahwa banyak orang yang datang untuk bekerja di CV Sentosa Seal, namun sedikit yang bisa bertahan.
Meskipun sudah diberi janji pekerjaan, ternyata kenyataannya tidak seperti yang diharapkan.
"Kalau kamu sudah masuk jangan keluar masuk, karena banyak orang yang saya tolong di luar sana yang membutuhkan pekerjaan," kata Jan Hwa Diana kepada Rangga.
Namun, Rangga hanya bertahan selama tiga bulan di perusahaan tersebut.
Pengalaman buruknya semakin memburuk ketika ia dipaksa untuk bekerja lembur tanpa imbalan yang layak.
Dalam ceritanya, Rangga mengungkapkan bahwa selama bekerja lembur, ia dan dua karyawan wanita lainnya dikurung di kantor oleh Jan Hwa Diana.
Mereka dipaksa untuk menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam tanpa diberi akses keluar.
Selama tiga hari dua malam, Rangga dan rekannya tidak diperbolehkan keluar dari ruangan, dan pintu dikunci dari luar oleh Jan Hwa Diana.
Rangga bahkan sempat meminta kunci pintu untuk membeli makanan, namun permintaannya ditolak dengan alasan bahwa Jan Hwa Diana khawatir mereka akan mencuri barang dari perusahaan.
"Untuk saya kan cuma minta kunci, supaya kita kalau misalnya cari makan lebih mudah, ternyata kan gak dikasih, dengan alasan takutnya kita mencuri barang yang di dalam dijual ke luar," ungkap Rangga.
Kondisi yang mencekam ini membuat Rangga semakin tertekan.
Ia bekerja tanpa lepas dari ruangan selama tiga hari berturut-turut.
Meskipun akhirnya ia memilih untuk resign, ia harus menanggung konsekuensi berupa ijazah yang ditahan oleh Jan Hwa Diana.
Hal ini adalah salah satu taktik yang diketahui diterapkan oleh Jan Hwa Diana kepada karyawan-karyawannya yang mengundurkan diri atau diberhentikan, dengan meminta mereka membayar uang tebusan jika ingin mendapatkan kembali ijazah mereka. (lz)
Editor : Laila Zakiya