SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan rudapaksa oleh dokter muda Priguna Anugerah Pratama di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bergulir dan memunculkan fakta-fakta baru yang mencengangkan.
Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas aksi bejat terhadap FH (21), kini dua korban lain muncul dan telah diperiksa oleh pihak kepolisian.
“Dua korban lagi sudah dilakukan pemeriksaan kemarin. Benar bahwa dua korban ini ternyata sudah menerima perlakuan yang sama oleh dokter tersangka dengan modus yang sama,” kata Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, Jumat (11/4/2025).
Dua korban terbaru itu mengalami tindakan pelecehan pada 10 dan 16 Maret 2025, lebih dulu daripada korban FH.
Menurut polisi, pelaku menggunakan modus uji alergi dan menyuntikkan cairan anestesi ke tubuh korban.
Setelah tidak sadarkan diri, korban kemudian dibawa ke Lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung untuk menjalani tindakan cabul oleh tersangka.
“Korban dibawa ke ruangan yang sama. Ini terjadi sebelum kasus yang menimpa korban ketiga, FH,” lanjut Surawan dikutip dari tempo.
Sementara itu, dalam peristiwa yang menimpa FH pada 18 Maret 2025, pelaku memanfaatkan momen saat korban diminta menjalani transfusi darah tanpa pendampingan keluarga di ruang nomor 711.
Sekitar pukul 01.00 WIB, korban disuruh mengenakan baju operasi dan melepas seluruh pakaian.
Priguna Anugerah Pratama yang sempat dikenal sebagai dokter muda berprestasi kini harus menghadapi hujatan publik.
Kariernya yang cemerlang runtuh seketika setelah kasus ini mencuat.
Ia diketahui lahir di Pontianak Selatan, Kalimantan Barat, pada 14 Juli 1994, dan tengah menjalani pendidikan dokter spesialis (PPDS).
Ironisnya, sebelum kasus ini mencuat, Priguna kerap mendapat sorotan positif dari warganet karena dikenal memiliki istri cantik dan kehidupan pribadi yang harmonis.
Kepolisian Daerah Jawa Barat pun telah membuka posko layanan pengaduan di Bandung bagi siapa saja yang menjadi korban, namun belum berani melapor.
Baca Juga: Resmi Menikah Pada 12 April 2025, Ini Sosok Erwin Phang Suami Jessica Jane yang Bikin Penasaran!
Langkah ini dilakukan menyusul munculnya berbagai informasi dugaan korban lain yang viral di media sosial.
"Kami berikan kesempatan untuk melaporkan diri kepada kami, mungkin karena malu atau mungkin karena sesuatu hal, kita tunggu," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Kamis (10/4).
Polda Jabar memastikan pendampingan penuh bagi para korban yang melapor dan akan menindaklanjuti setiap informasi yang masuk.
Editor : Nindia Aprilia