SOLOBALAPAN.COM - Pengusaha asal Surabaya, Jan Hwa Diana, secara resmi melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ke Polda Jawa Timur.
Laporan tersebut dilatarbelakangi oleh unggahan di akun TikTok yang diduga milik Armuji, yang menurut Jan Hwa menyebarkan tuduhan tak berdasar hingga merugikan dirinya secara materiil dan immateriil.
Dalam video pernyataan yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @janhwa.diana, Ia mengungkapkan bahwa unggahan tersebut menampilkan tuduhan dirinya adalah bandar narkoba lengkap dengan foto pribadi dirinya dan suaminya yang digunakan tanpa izin.
“Bapak sudah menggiring opini publik yang mengakibatkan kerugian material dan immaterial terhadap saya, padahal tuduhan bapak tidak benar adanya,” ujar Jan Hwa, dalam pernyataan yang dikutip pada Jumat, 11 Maret 2025.
Ia juga menyayangkan sikap Armuji sebagai pejabat publik yang dinilainya tidak menempuh prosedur yang benar dalam menangani laporan dari pihak ketiga, terutama terkait keluhan tenaga kerja.
Menurut Jan Hwa, jika memang ada aduan dari karyawan, seharusnya hal itu dilaporkan melalui jalur resmi seperti Dinas Tenaga Kerja.
Jika terbukti ada pelanggaran, maka perkara tersebut dapat diselesaikan di pengadilan hubungan industrial.
“Terkait dengan laporan karyawan, sudah ada jalurnya ke Disnaker. Apabila bukti sudah kuat, bisa dilaporkan ke pengadilan industri,” tegasnya.
Lebih jauh, Jan Hwa juga menuturkan bahwa dirinya pernah menerima panggilan dari nomor tidak dikenal saat berada di luar kota.
Karena tidak mengenal nomor tersebut dan mengingat maraknya penipuan lewat telepon, ia sempat mengira penelepon tersebut adalah penipu — yang belakangan diketahui merupakan Armuji.
“Saya menganggap dan bilang bapak penipu karena saya menerima telepon dari nomor tidak dikenal, dan pada saat itu saya berada di luar kota. Mengingat banyaknya penipuan melalui telepon,” jelasnya.
Tak hanya itu, Jan Hwa juga mengaku tidak pernah menerima undangan resmi dari Armuji untuk melakukan mediasi.
Sebaliknya, ia mengklaim bahwa Armuji justru menggunakan bahasa kasar saat berbicara lewat sambungan telepon.
“Tidak pernah bapak mengundang resmi saya secara baik-baik untuk mediasi. Bapak berkata-kata kasar kepada saya di telepon. Inikah sikap seseorang yang mengaku pimpinan pemerintahan Surabaya?” ungkapnya.
Dampak dari insiden ini pun dirasakan hingga ke lingkungan keluarga Jan Hwa.
Ia menyebut bahwa keluarganya kini menghadapi tekanan, bahkan anak-anaknya menjadi korban perundungan akibat video yang beredar.
“Akibat perbuatan bapak, keluarga dan anak-anak saya diteror dan diserang, mendapatkan bullying.
Bapak sebagai pimpinan menciptakan tradisi bullying. Saya juga rakyat kecil, Pak,” katanya dengan nada kecewa.
Menanggapi laporan yang dilayangkan Jan Hwa Diana, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa tindakannya semata-mata dilakukan dalam kapasitasnya sebagai pejabat publik yang bertugas melindungi kepentingan masyarakat.
“Saya siap datangi panggilan dari Polda atas laporan yang dibuat untuk Saya terkait sidak yang Saya lakukan untuk membela warga Saya,” ujar Armuji.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Armuji tidak menghindar dari tanggung jawab dan bersedia memberikan klarifikasi di hadapan pihak berwenang.
Ia menekankan bahwa aksinya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) merupakan bagian dari tugasnya dalam merespons keluhan warga, bukan bermaksud mencemarkan nama baik pihak lain.
Meski demikian, kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat ditangani secara adil sesuai hukum yang berlaku. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo