SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan kekerasan seksual yang menjerat Dokter Priguna Anugerah Pratama, residen anestesi asal Bandung, menyita perhatian luas masyarakat.
Selain fokus pada tindakan pelaku, publik juga menyoroti kehidupan pribadi sang dokter, termasuk sosok istrinya, Vegy Supriadi.
Nama Vegy Supriadi mendadak jadi perbincangan usai mencuatnya kasus tersebut, terutama karena akun media sosial pribadinya tiba-tiba menghilang dari peredaran.
Pernikahan Mewah yang Jadi Sorotan
Sebelum kasus mencuat, pernikahan Priguna dan Vegy sempat ramai diperbincangkan.
Pasangan ini diketahui menggelar pernikahan secara mewah, sebagaimana terlihat dari beberapa foto yang sempat tersebar di media sosial.
Beberapa akun wedding organizer bahkan sempat membagikan momen bahagia tersebut, lengkap dengan tagar dan menyebut nama kedua mempelai: "The wedding of Priguna & Vegy."
Siapa Vegy Supriadi?
Dari informasi yang dihimpun, Vegy Supriadi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran di salah satu universitas swasta di Bandung.
Sama seperti Priguna, ia juga memiliki latar belakang pendidikan di bidang kesehatan.
Keduanya disebut-sebut pernah menempuh pendidikan di kampus yang sama, sebelum akhirnya menjalin hubungan hingga menikah.
Vegy dikenal memiliki paras menawan dan kepribadian tenang, yang terlihat dalam potret-potret pernikahannya yang sempat viral.
Hilang dari Media Sosial
Seiring dengan mencuatnya kasus hukum yang menimpa sang suami, akun Instagram pribadi Vegy Supriadi, @vegysupriadi, mendadak tidak dapat ditemukan.
Akun tersebut diduga telah dinonaktifkan atau dihapus secara sementara dari platform.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Vegy terkait alasan penghilangan akun tersebut.
Namun, banyak pihak menduga hal itu dilakukan untuk menghindari sorotan publik yang kian intens.
Respons Publik
Menghilangnya akun media sosial Vegy memicu beragam reaksi dari netizen.
Banyak yang menyampaikan simpati atas cobaan yang dialami perempuan yang kini menjadi istri dari tersangka kasus rudapaksa tersebut.
Sejumlah komentar juga menyayangkan tindakan Priguna yang tidak hanya mencoreng profesi mulia sebagai dokter, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam bagi korban serta keluarganya, termasuk sang istri. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo