SOLOBALAPAN.COM - Dunia medis kembali diguncang oleh kabar tak sedap yang membuat publik geram.
Seorang dokter residen anestesi diduga melakukan tindakan keji terhadap seorang penunggu pasien dengan menggunakan obat bius sebagai modus utama kejahatannya.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan viral di media sosial yang menyebut bahwa pelaku merupakan bagian dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bidang anestesi.
Dalam unggahan yang disebar luas oleh netizen disebutkan:
"Assalamualaikum dok,
Izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 Residen Anestesi PPDS FK melakukan pemerkosaan kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius. (Terdapat bukti CCTV lengkap) Keluarga pasien menuntut secara hukum kepada 2 Residen, dan #STOPBULLYING @PPDSGRAMM”
Awalnya disebut ada dua residen yang terlibat, namun klarifikasi berikutnya yang beredar dari akun @ppdsgramm menyebut bahwa hanya satu orang yang melakukan tindakan tersebut, dan kini sudah diproses hukum serta dikeluarkan dari program pendidikan.
Bahkan disebut bahwa pelaku telah mendekam di penjara.
Namun yang kemudian menjadi pertanyaan besar publik: di mana lokasi rumah sakit tempat kejadian ini berlangsung?
Petunjuk soal lokasi muncul dari tangkapan layar unggahan warganet yang dibagikan melalui Insta Story akun @ppdsgramm.
Dalam pesan tersebut tertulis:
"Berita yg terbaru emg bnr dok, kejadian di RSHS dan itu emg dilakuin sama residen anes, semua heboh gara2 kejadian ini. Tp semua disuruh tutup mulut..."
Keterangan itu menyiratkan bahwa insiden tak bermoral ini diduga terjadi di lingkungan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung—salah satu rumah sakit pendidikan utama di Jawa Barat yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran universitas negeri ternama.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit atau institusi pendidikan terkait, kabar ini sudah terlanjur menjadi buah bibir di kalangan netizen dan tenaga medis. (lz)
Editor : Laila Zakiya