Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Hadapi 7 Nama Media Besar, Prabowo Subianto Singgung soal Teledornya Hasan Nasbi hingga Bantah Adanya Dwifungsi TNI, Ini Sejumlah Poin Pentingnya

Laila Zakiya • Selasa, 8 April 2025 | 18:34 WIB

 

Presiden RI Prabowo Subianto saat temui 7 jurnalis senior perwakilan media.
Presiden RI Prabowo Subianto saat temui 7 jurnalis senior perwakilan media.
SOLOBALAPAN.COM - Presiden terpilih Prabowo Subianto menggelar diskusi meja bundar bersama tujuh jurnalis senior di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (6/4).

Pertemuan tersebut menjadi ajang klarifikasi terbuka dan pembahasan berbagai isu krusial yang tengah menyita perhatian publik.

Mulai dari kasus teror terhadap jurnalis, kontroversi RUU TNI, sampai kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang berdampak pada perekonomian nasional.

Tujuh jurnalis senior yang diundang dalam forum terbatas tersebut adalah:

1. Alfito Deannova Gintings – Pemred Detikcom
2. Retno Pinasti – Pemred SCTV-Indosiar
3. Uni Lubis – Pemred IDN Times
4. Najwa Shihab – Founder Narasi
5. Sutta Dharmasaputra – Pemred Kompas
6. Lalu Mara Satriawangsa – Pemred TV One
7. Valerina Daniel – News Anchor TVRI

Mereka mewakili spektrum media televisi, online, dan independen.

 

Salah satu poin awal yang disorot dalam pertemuan adalah pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, yang menyebut kepala babi seharusnya dimasak saja. Prabowo menanggapi lugas:

“Tapi benar itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru itu, saya kira beliau menyesal.”

Ia juga menyebut bahwa Hasan kemungkinan belum terbiasa dengan panggung komunikasi publik karena latar belakangnya sebagai akademisi.

Terkait polemik RUU TNI, Prabowo membantah tegas bahwa pemerintah ingin menghidupkan kembali dwifungsi ABRI.

“Enggak ada niat TNI mau dwifungsi lagi. Come on, ya kan. Nonsense itu saya katakan.”

Ia menyatakan bahwa pengesahan RUU TNI hanya bertujuan memperpanjang usia pensiun perwira tinggi, bukan membawa TNI kembali ke ranah politik.

Prabowo juga menegaskan komitmennya terhadap supremasi sipil.

Ia mengingatkan publik bahwa dirinya salah satu tokoh militer yang mendorong TNI kembali ke barak usai Reformasi 1998.

“Saya yang dorong, saya pertama di dalam TNI yang mengatakan civilian supremacy.”

“Saya tunduk dan saya buktikan bahwa saya tunduk kepada pemimpin sipil.”

Prabowo menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan dan akan mencapai target 100 persen pada Oktober–November 2025.

“Sampai hari ini sudah lebih 3 juta penerima manfaat.”

Soal Demo dan Narasi ‘Indonesia Gelap’

Terkait unjuk rasa terhadap RUU TNI dan narasi ‘Indonesia Gelap’, Prabowo membuka diri untuk berdialog dengan tokoh-tokoh yang pesimistis terhadap masa depan Indonesia.

“Maksudnya oke kalau memang Indonesia gelap. Mari kita kerja supaya Indonesia tidak gelap.”

Selain itu, Prabowo mengakui penetapan tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump terhadap produk Indonesia mencapai 32 persen akan berdampak berat.

“Industri tekstil, sepatu, garment, dan furniture ini berat karena padat karya.”

Namun, ia bertekad mencari pasar alternatif di luar Amerika Serikat untuk menyeimbangkan dampak tersebut.

Demikian sejumlah poin penting dalam pertemuan Prabowo Subianto dengan para jurnalis senior. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Dwifungsi TNI #media #prabowo subianto #jurnalis #ruu tni