SOLOBALAPAN.COM - Kedatangan mendadak Pesawat Kepresidenan RI 1 di Bandara Fatmawati Soekarno Putri, Bengkulu, pada Minggu (6/4/2025), mengundang perhatian masyarakat.
Tidak hanya membawa rombongan Presiden Prabowo Subianto, pesawat tersebut juga disebut menjemput salah satu putra daerah Bengkulu, Agung Surahman, yang merupakan Sekretaris Pribadi (Sespri) Presiden.
Agung bukan nama baru di lingkungan relawan dan pendukung Prabowo.
Ia dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Sanak Prabowo Bengkulu sebelum menjabat sebagai Sespri sejak Juni 2020.
Baca Juga: Persebi Boyolali Rekrut Amunisi Baru, Genapkan Komposisi Tim Jelang Hadapi Liga 4 Putaran Nasional
Sosoknya cukup dikenal di kalangan kader Partai Gerindra, khususnya di wilayah Bengkulu.
Isu ini menjadi viral di media sosial karena dianggap sebagai kunjungan pribadi Presiden yang tidak diumumkan secara terbuka dalam agenda resmi.
Banyak yang bertanya-tanya, benarkah RI 1 hanya singgah untuk menjemput seorang staf?
Melalui kolom komentar yang tersebar di berbagai unggahan media sosial, Agung Surahman memberikan klarifikasi langsung mengenai situasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa kejadian itu terjadi secara pribadi dan mendadak.
“Saya Agung Surahman atas nama Pribadi, Mohon maaf yang sebesarnya kepada seluruh Pimpinan dan masyarakat Bengkulu kejadian ini diluar dugaan saya. Ini sangat pribadi dan mendadak.”
“Karna memang Bapak Presiden dijadwalkan berkunjung ke luar negeri Malaysia dan saya diminta untuk ikut mendampingi beliau, namun karna saya sedang berada di Bengkulu, saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden saya saja yang menyusul ke jakarta, namun beliau memutuskan untuk ke Bengkulu dahulu karna juga lintas sejalur ke Malaysia.”
“Memang sangat disayangkan Bapak Prabowo tidak sempat menyapa, karna setelah berkegiatan dari pagi hingga siang dan juga mengejar waktu untuk segera tiba dalam kunjungan ke Malaysia yang sudah di estimasikan waktunya.”
“Bapak Presiden mohon untuk disampaikan Maaf yang sebesarnya kepada Pimpinan dan Masyarakat Bengkulu atas situasi ini. Terimakasih atas pengertiannya, Semoga Bengkulu Semakin Jaya dan selalu dalam keberkahan.”
Melalui penjelasan tersebut, Agung berharap publik memahami bahwa tidak ada maksud merendahkan atau mengabaikan masyarakat Bengkulu.
Baca Juga: Umbul Pelem dan Janti Park Jadi Primadona Wisata Klaten Saat Lebaran
Keputusan Presiden untuk singgah pun disebutnya terjadi spontan karena alasan efisiensi waktu menuju agenda luar negeri.
Klarifikasi ini sekaligus menutup spekulasi bahwa kunjungan RI 1 ke Bengkulu adalah bentuk penyalahgunaan fasilitas negara.
Agung pun menegaskan permohonan maaf dan harapannya agar Bengkulu selalu diberkahi dan semakin maju.