SOLOBALAPAN.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti dinamika menarik yang muncul di balik tradisi open house para elite politik saat Lebaran 2025.
Menurutnya, momen ini bukan hanya soal silaturahmi, tetapi juga menyimpan sinyal-sinyal politik penting yang bisa dibaca oleh para analis.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbedaan lokasi open house yang digelar oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Prabowo menyambut tamu di Istana Negara Jakarta pada 31 Maret 2025, sementara Jokowi memilih menggelar acara serupa di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
Menurut Rocky, keberadaan tamu-tamu di masing-masing acara memberikan gambaran soal posisi atau arah keberpihakan politik dari para elite.
“Blocking artinya orang mulai melihat ini geng mana yang datang ke Prabowo, geng mana yang datang ke Jokowi,” jelas Rocky melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official.
Lebih jauh, Rocky menyatakan bahwa open house di hari raya seringkali menjadi ajang sinyal politik yang terbaca dari kehadiran maupun gesture para tokoh.
"Sebetulnya itu yang jadi sinyal analis politik kalau kita balik pada soal open house ini," ujarnya.
Sinyal dari Gestur Politik
Rocky mencontohkan bagaimana Prabowo menunjukkan gestur hormat saat mengunjungi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 RI sekaligus seniornya di militer.
Alih-alih menunggu disalami, Prabowo-lah yang mendekat lebih dulu untuk menyapa SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Pak Prabowo mendekat pada SBY, bukan menunggu disalami. Tapi dia datang menyelami Pak SBY, termasuk Agus Harimurti,” kata Rocky.
Baca Juga: Rocky Gerung Permasalahkan Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Coach Justin: Gue Enek Dengarnya
Tidak hanya itu, Jusuf Kalla pun terlihat turut mendekati SBY dalam momen Lebaran tersebut. Gerak-gerik ini, menurut Rocky, menambah makna simbolik yang bisa dianalisis secara politik.
Sinyal Damai dari Pihak Lain
Sementara itu, Didit Hediprasetyo, putra Prabowo, hadir dalam acara halalbihalal di rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Kasus Fufufafa Gunjing Prabowo Telah Masuk Telinga Gerindra, Rocky Gerung: Akan Ada Ketegangan...
Rocky menyebut kehadiran Didit bisa menjadi tanda bahwa ada sinyal positif atau upaya damai politik antara Prabowo dan Megawati, dua tokoh yang sebelumnya kerap berada di kutub berseberangan.
Dari semua dinamika ini, Rocky Gerung mengingatkan bahwa Lebaran bukan hanya momen spiritual dan sosial, tetapi juga menjadi ajang politik yang sarat makna simbolik.
Siapa yang hadir ke rumah siapa, siapa yang bersalaman duluan, hingga siapa yang absen—semuanya bisa dibaca sebagai "sinyal politik" yang menggambarkan konstelasi baru pasca-Pilpres 2024.
Di tengah transisi kekuasaan, momen-momen kecil seperti ini ternyata bisa memberi gambaran besar tentang arah politik Indonesia ke depan.
Maka tak heran, Lebaran pun bisa jadi medan pengamatan serius para analis dan pengamat. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo