SOLOBALAPAN.COM - Lisa Mariana tengah menjadi sorotan publik usai namanya dikaitkan dalam dugaan skandal asmara dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Perempuan yang aktif di media sosial ini ternyata memiliki latar belakang sebagai model sekaligus pemilik bisnis online.
Melalui akun Instagram pribadinya, @lisamarianaaa, Lisa sering membagikan potret dirinya dalam balutan busana modis dan terbuka.
Ia diketahui membuka endorsement untuk berbagai produk, dengan jumlah pengikut yang kini mencapai lebih dari 843 ribu akun.
Selain berprofesi sebagai model, Lisa juga merupakan pebisnis fashion yang menjalankan toko online bernama @lmpbrandedstuff.
Di toko tersebut, Lisa menjual berbagai jenis piyama dan pakaian santai yang ia promosikan sendiri. T
oko daring itu telah memiliki lebih dari 132 ribu pengikut di Instagram, menjadikannya salah satu usaha online yang cukup dikenal.
Namun di balik aktivitasnya sebagai model dan pengusaha, Lisa membuat publik terkejut setelah mengunggah serangkaian pernyataan yang menyebutkan bahwa ia pernah menjalin hubungan gelap dengan Ridwan Kamil.
Ia mengklaim bahwa hubungan tersebut membuatnya hamil, namun kemudian merasa diabaikan saat meminta tanggung jawab.
"Sebelum tahu aku hamil, di-chat setiap hari dia (Ridwan Kamil) ngejar-ngejar, pas sudah tahu, slow response," tulis Lisa, Rabu (26/3/2025).
Ia juga membagikan cerita bahwa Ia tak merasa takut karena tengah memperjuangkan hak anaknya sendiri.
"Tidak akan takut selagi saya benar! Apalagi yang saya perjuangkan hak anak! Sama sekali tidak takut!" tulis Lisa dalam unggahan yang sama.
Hingga kini, pihak Ridwan Kamil telah memberikan klarifikasinya di akun instagram pribadi Ridwan Kamil.
Namun, klarifikasi tersebut justru dianggap janggal oleh warganet melalui kalimat yang dituliskan.
Baca Juga: Performa Belum Sempurna, Pecco Bagnaia Ungkap Target Unik di Balapan MotoGP Amerika 2025
"Kemarin telah beredar kabar bahwa ada pihak yang mengaku memiliki anak dari saya. Saya perlu sampaikan bahwa, ini adalah tidak benar dan merupakan fitnah keji bermotif ekonomi yang didaur ulang." tulis Ridwan Kamil.