SOLOBALAPAN.COM - Kontroversi yang melibatkan Willie Salim semakin memanas setelah video memasak rendang 1 ekor sapi di Palembang viral dan menuai kecaman dari masyarakat.
Tak hanya warganet, kini Kesultanan Palembang Darussalam turut angkat bicara dan mengeluarkan tuntutan resmi terhadap TikToker yang sempat menjadi sorotan publik.
Dalam video yang beredar, Willie Salim terlihat memasak rendang dalam wajan raksasa, yang kemudian diserbu warga dalam hitungan menit.
Meskipun video itu niatnya untuk berbagi, banyak pihak yang merasa kecewa dan marah dengan cara yang dilakukan, sehingga menciptakan dampak sosial yang besar.
Sultan Mahmud Badaruddin IV Jayo Wikramo RM. Fauwaz Diradja yang merupakan Sultan Palembang mengeluarkan tuntutan resmi yang mendesak Willie Salim untuk segera melakukan klarifikasi atas videonya yang dianggap merendahkan martabat masyarakat Palembang.
Melansir dari disway, erikut adalah poin-poin tuntutan yang diajukan oleh Kesultanan Palembang Darussalam:
1. Mendesak klarifikasi dan permintaan maaf langsung dari Willie Salim kepada masyarakat Palembang, bukan hanya melalui video yang disebar di media sosial, melainkan di depan forum rapat adat Kesultanan Palembang Darussalam.
2. Melakukan tradisi tepung tawar, sebuah adat Melayu Palembang sebagai bentuk permintaan maaf atas tindakan yang dianggap tidak sopan, sebagaimana tertulis dalam kitab undang-undang Simbol Cahaya.
3. Mendesak untuk menurunkan video terkait masak rendang yang disebar di platform media sosial, yang dianggap memuat hinaan, bullyan, dan fitnah terhadap masyarakat Palembang.
4. Mendukung gerakan masyarakat Palembang yang menuntut Willie Salim melalui jalur hukum atas tindakannya yang dinilai merugikan.
Baca Juga: Pelatih Bahrain Sindir Soal Narturalisasi Timnas Indonesia, Padahal Punya 300 Juta Penduduk!
5. Ancaman kutukan akan diberikan kepada Willie Salim apabila tuntutan ini tidak dipenuhi.
Kesultanan Palembang Darussalam dan seluruh masyarakat Palembang menyatakan kutukan dan mengharamkan kedatangan Willie Salim ke Palembang sepanjang hidupnya.
Keputusan tersebut memicu perdebatan publik.
Beberapa pihak merasa bahwa tuntutan tersebut terlalu berlebihan, namun tidak sedikit yang mendukung tindakan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan martabat daerah.
Dalam unggahan video rendang yang hilang, Willie Salim terlihat kaget dan berkata, "Rendang hilang. Semoga jadi berkah buat yang makan," ungkapnya, menunjukkan keterkejutannya atas kejadian tersebut.
"Gak tau siapa yang makan, inilah yang luar biasa. Warga terlalu antusias, mereka mensyukuri apa yang Bang Wilie kasih, belum matang pun mereka terima apa adanya," ungkap aparat yang bertugas di lokasi.
Bagaimana kelanjutan dari tuntutan ini, kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Editor : Nindia Aprilia