SOLOBALAPAN.COM - Sosial Media tengah ramai memperbincangkan insiden yang melibatkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi.
Insiden ini dimulai setelah pernyataan kontroversial dari Hasan Nasbi terkait teror kepala babi yang diterima oleh jurnalis Tempo, Fransisca Christy Rosana (Cica).
Namun, yang menjadi sorotan publik kali ini adalah kemunculan panggilan “Bu Teddy” yang mendadak menjadi trending topic di X (Twitter).
Hal ini berawal dari komentar salah satu pengguna Twitter yang memanggil Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dengan sebutan tidak biasa, yakni “Bu”.
"Bu, tolong dijapri aja Bu Teddy," tulis akun X @ahi***.
Tak lama setelah itu, Susi Pudjiastuti langsung membalas komentar tersebut dan mengirimkan pesan pribadi kepada Letkol Teddy.
"Done," tulis Bu Susi dengan singkat, memberikan tanda bahwa pesan sudah terkirim.
Sebutan "Bu Teddy" pun segera menjadi bahan perbincangan di media sosial, mengejutkan warganet dengan ketidaksengajaan yang lucu ini.
Tidak sedikit yang merasa terhibur dengan kejadian tersebut, dan istilah "Bu Teddy" pun langsung menjadi viral.
Selain peristiwa viral ini, insiden teror kepala babi yang sebelumnya diterima oleh jurnalis Fransisca Christy Rosana juga mendapat perhatian luas.
Teror tersebut dikirim ke kantor Tempo sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan pers, yang diduga terkait dengan laporan investigasi yang diterbitkan oleh tim Bocor Alus Politik.
Fransisca, yang bekerja di tim investigasi tersebut, menerima kepala babi tanpa telinga, yang dianggap sebagai intimidasi terhadap jurnalis dan kebebasan pers.
Reaksi Hasan Nasbi terhadap teror ini memicu kontroversi.
Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Hasan Nasbi justru memberikan komentar yang dianggap meremehkan ancaman itu.
“Udah dimasak aja, kalau kepala babi, dimasak aja,” katanya, yang membuat banyak pihak merasa bahwa dia tidak menghargai keseriusan ancaman tersebut.
Pernyataan Hasan tersebut memicu kemarahan Susi Pudjiastuti, yang merasa bahwa sebagai pejabat negara, Hasan seharusnya lebih bijak dalam menanggapi masalah serius seperti ini.
Susi langsung memberikan respons keras melalui akun X miliknya, mengkritik Hasan secara tegas dan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mencopotnya dari jabatannya.
“Ketidaktahuan! Dia harus berhenti mewakili pemerintah berbicara di depan umum,” tegas Susi Pudjiastuti dalam cuitannya.
Peristiwa ini tidak hanya mencuatkan isu mengenai kebebasan pers dan tanggung jawab pejabat negara, tetapi juga menjadi bahan perbincangan yang menarik di dunia maya.
Panggilan "Bu Teddy" yang viral ini seakan menjadi selingan di tengah perdebatan yang lebih serius, mengingatkan banyak orang akan pentingnya komunikasi yang hati-hati dan bijak dalam menghadapi isu sensitif. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo