Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kasus Daging Rendang 200 Kg Raib di Palembang Settingan atau Bukan? Willie Salim Unggah Klarifikasi..

Laila Zakiya • Minggu, 23 Maret 2025 | 23:11 WIB
Apakah rendang 200kg Willie Salim yang hilang adalah settingan?
Apakah rendang 200kg Willie Salim yang hilang adalah settingan?

SOLOBALAPAN.COM - Konten kreator TikTok, Willie Salim, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah sebuah tragedi tak terduga terjadi dalam kontennya memasak rendang di Palembang.

Bukan hanya soal euforia memasak rendang, tetapi karena pengakuannya mengenai hilangnya daging rendang sebanyak 200 kg sebelum selesai dimasak.

Kejadian ini memicu berbagai reaksi publik, dengan banyak yang bertanya-tanya apakah peristiwa ini benar-benar terjadi ataukah hanya bagian dari settingan untuk menarik perhatian.

Setelah hebohnya pemberitaan mengenai hilangnya 200 kg daging rendang, Willie Salim akhirnya memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

Dalam klarifikasinya melalui akun TikToknya, Willie menyampaikan permintaan maaf kepada warga Palembang yang terlibat.

Dia menegaskan bahwa kejadian hilangnya rendang bukanlah salah masyarakat Palembang, melainkan kesalahannya sendiri karena kurang persiapan.

"Sepenuhnya salah saya bukan masyarakat Palembang. Saya minta maaf karena kurang persiapan," ujar Willie Salim pada postingan terbarunya.

Selain itu, Willie juga menekankan bahwa kejadian ini bukanlah rekayasa atau settingan.

Ia menjelaskan bahwa ini adalah pengalaman pertama kali memasak dalam jumlah besar, dan ia mengakui bahwa kekurangannya dalam persiapan menyebabkan insiden ini terjadi.

"Aku tidak merekayasa hal itu," jelas Willie, membantah spekulasi yang beredar.

Meskipun sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf, kasus ini tidak berhenti begitu saja.

Beberapa pihak masih meragukan keaslian kejadian tersebut, dengan banyak yang berpendapat bahwa hilangnya 200 kg rendang bisa saja bagian dari settingan untuk membuat konten yang lebih menarik.

Salah satu pengguna TikTok, @hartati_syauqi, bahkan menulis bahwa seluruh kerusuhan ini memang sudah direncanakan, dengan rendang sengaja dibiarkan hilang saat hampir selesai dimasak untuk membuatnya lebih seru.

"Memang udah diset, saat di keluar dari area rendang harus ludes untuk seru-seruan karena baru matang di jam sahur," tulis @hartati_syauqi.

Selain itu, seorang saksi yang berada di lokasi juga menyebutkan bahwa Willie Salim tidak pergi ke toilet seperti yang dikatakan, melainkan makan di mobil.

Kuali rendang hanya dijaga oleh dua polisi, dan semuanya terlihat seperti sudah diatur, menunggu waktu yang tepat untuk menyajikan kejadian tersebut.

"Saya ada di lokasi, Willie tidak ke toilet melainkan makan di mobil. Kuali hanya dijaga 2 polisi mereka menyetting semuanya karena harus nunggu 4 jam lagi," ungkap @tinatun1968.

Meski telah memberikan klarifikasi, peristiwa ini tidak berhenti begitu saja.

Willie Salim dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan oleh warga setempat karena dianggap telah merendahkan martabat dan menimbulkan citra buruk terhadap masyarakat Palembang.

Laporan ini menyebutkan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 dan 3 Jo. Pasal 27 ayat 1 dan 3 UU ITE, serta Pasal 45 ayat 1, 2, dan 3 Jo.

Tim Kantor Ryan Gumay Lawfirm yang mewakili pelapor telah menyerahkan berbagai barang bukti kepada Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan sebagai langkah hukum lebih lanjut.

Apakah hilangnya 200 kg daging rendang di Palembang hanya kebetulan atau bagian dari settingan untuk konten media sosial?

Meskipun Willie Salim telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf, banyak yang masih mempertanyakan keaslian kejadian ini. (lz)

BERNILAI EKONOMIS: Anggota PKK RW 09 saat menimbang sawi hasil panen di Perumahan Pondok Halim 2, Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan, Jumat (21/3). (IMAMUDIN/JPRM)
BERNILAI EKONOMIS: Anggota PKK RW 09 saat menimbang sawi hasil panen di Perumahan Pondok Halim 2, Desa/Kecamatan Burneh, Bangkalan, Jumat (21/3). (IMAMUDIN/JPRM)
Editor : Laila Zakiya
#viral #willie salim #palembang