SOLOBALAPAN.COM - Muhammad Fallah Musyaffa, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kini menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kontroversi penjebakan sejumlah mahasiswa untuk mendukung revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang baru saja disahkan.
Fallah, yang disebut-sebut aktif di organisasi mahasiswa, dituduh menggunakan acara buka puasa bersama (bukber) sebagai kedok untuk membawa mahasiswa menjadi bagian dari pihak yang pro terhadap revisi RUU TNI, yang memicu gelombang penolakan di kalangan mahasiswa.
Fallah Musyaffa secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap revisi UU TNI yang telah disahkan oleh DPR RI pada 20 Maret 2025.
Menurutnya, revisi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem pertahanan nasional dan membuat TNI lebih responsif terhadap tantangan zaman.
Dalam pernyataannya, ia juga menyoroti bagaimana reformasi yang telah dilakukan TNI selama lebih dari dua dekade menjadikannya semakin profesional.
"Kami sebagai mahasiswa mendukung penuh pengesahan RUU TNI," ujar Fallah dalam keterangannya, yang disampaikan setelah diskusi pada 21 Maret 2025.
Namun, sikap Fallah ini tidak diterima secara bulat, terutama di kalangan internal HMI UNJ.
Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (HMI FISH UNJ) menegaskan bahwa pernyataan Fallah tidak mencerminkan pandangan organisasi mereka, yang menolak revisi RUU TNI karena dianggap bertentangan dengan prinsip supremasi sipil dan nilai-nilai demokrasi.
Di tengah kontroversi yang semakin memanas, muncul fakta mengejutkan terkait status akademik Fallah Musyaffa.
Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), diketahui bahwa Fallah sudah tidak aktif sebagai mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Data tersebut menunjukkan bahwa Fallah terdaftar di program studi Sarjana Pendidikan Geografi, namun statusnya non-aktif pada semester genap 2024/2025.
"Nama: Muhammad Falah Musyaffa As-shiddiq, Perguruan Tinggi: Universitas Negeri Jakarta, Program Studi: Sarjana – Pendidikan Geografi, Status Terakhir: Non-Aktif pada semester genap 2024/2025," tulis data yang beredar.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai legitimasi posisinya sebagai Ketua Umum HMI UNJ.
Apakah Fallah masih berhak berbicara atas nama mahasiswa aktif?
Kontroversi lain yang menyelimuti Fallah adalah tuduhan bahwa ia menjebak mahasiswa dengan tawaran buka puasa bersama gratis.
Sejumlah mahasiswa mengaku mereka diajak untuk menghadiri acara bukber tersebut tanpa diberitahukan bahwa acara tersebut juga melibatkan diskusi yang mendukung RUU TNI.
"Kemarin aku sama teman-temanku cuma ditawarin buka bersama, kami gak tahu ada acara apa karena kami mikir itu cuma acara dosen kebetulan kami cuma dibilang tar buka gratis disana, disana kita gak tahu kalau ternyata acara ini diskusi terbuka terus disana kebetulan mereka tim Pro dan kami mahasiswa Kontra," ungkap seorang mahasiswa dalam pengakuannya.
Mahasiswa tersebut merasa dijebak ketika ternyata acara bukber yang dijanjikan berubah menjadi diskusi yang mendukung RUU TNI. Kejadian ini semakin memicu reaksi dari kalangan mahasiswa yang merasa bahwa mereka telah dimanfaatkan untuk tujuan politik tertentu.
"Muka temanku semua terpampang disana tanpa pemberitahuan, sekali lagi kita yang ada disana datang dengan pemberitahuan hanya untuk bukber bukan diskusi ini," ujar mahasiswa lainnya. (lz)