SOLOBALAPAN.COM - Badan Gizi Nasional (BGN), sebuah lembaga yang dibentuk di bawah pemerintahan Prabowo Subianto, bertugas untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.
Lembaga ini memang memiliki peran penting dalam mewujudkan program makan bergizi yang gratis bagi masyarakat.
Namun, di balik program ambisius tersebut, ada kabar yang mengejutkan dari para pegawainya, diduga mereka belum menerima gaji sejak awal tahun 2025.
Menurut cuitan di X dari akun @ursweetbbyyyy yang dibagikan pada 21 Maret 2025, para pegawai BGN, yang sudah bekerja sejak akhir 2024, ternyata belum dibayar meskipun mereka telah menjalankan persiapan untuk program tersebut.
Cuitan tersebut bahkan menandai akun X milik Prabowo Subianto, meminta perhatian terkait pembayaran gaji yang sudah tertunda lama.
"Yth. @prabowo @badangizinasional, seperti target yang kami dengar, 5000 dapur dalam tahun 2025, bisa kah gaji kami - staff SPPG se Indonesia - yang sudah running sejak Januari dan Februari ini, bisa dibayarkan terlebih dahulu, Bapak?" tulisnya.
Bahkan, menurut penjelasan dari pegawai tersebut, gaji yang belum dibayarkan bukanlah masalah baru.
Mereka menyatakan bahwa sudah dua kali menandatangani surat perjanjian kerja, namun selalu ada masalah dalam proses penggajian yang terus mundur.
Meskipun RAB yang dibuat pada Desember 2024 menyebutkan bahwa pembayaran gaji harusnya sudah dilakukan sejak Januari, kenyataannya pembayaran tersebut tidak kunjung diterima.
Dalam unggahannya, pegawai BGN ini juga mengungkapkan betapa pentingnya gaji tersebut untuk keperluan operasional dan nafkah keluarga.
Meski pekerjaan mereka sudah dimulai, tekanan dan beban kerja yang tinggi tidak sebanding dengan imbalan yang diterima.
"Sistem kerja yang belum terstruktur, tekanan beban kerja, belum kalau ada komplainan dari penerima manfaat, belum juga operasional kami berangkat dari rumah ke kantor, keluarga yang harus kami nafkahi," tulisnya.
Namun, meskipun banyak pegawai yang belum menerima gaji, ia menjelaskan bahwa pekerja relawan di dapur sudah mendapatkan gaji mereka melalui pencairan dari pusat.
"Untuk pekerja di dapur namanya relawan ya teman-teman, dan alhamdulillah gaji relawan aman karena diberikan oleh dapur masing-masing dan selalu ada pencairan dari pusat," tambahnya.
Kabar mengenai ketidakmampuan pemerintah dalam membayar gaji pegawai Badan Gizi Nasional ini memicu reaksi keras dari warganet.
Banyak yang mempertanyakan bagaimana program ambisius seperti makan bergizi gratis bisa berjalan lancar jika pegawai yang menjalankannya tidak mendapatkan hak mereka.
"Kata Luhut lagi Luhut lagi, MBG dampaknya kerasa untuk ekonomi. Gimana kerasa kalau beneran gak dibayar?" tanya akun @dachaerly.
Reaksi serupa juga datang dari mereka yang mempertanyakan keberlanjutan program ini, dengan salah satu akun bahkan meragukan tawaran pekerjaan di BGN setelah mengetahui bahwa para pegawai yang terlibat tidak dibayar sesuai hak mereka.
"Duh baru banget tadi dapat tawaran ahli gizi buat sppg jadi ragu mau ambil atau nggak, padahal di info loker gizi banyak banget lowongan ahli gizi SPPG, kirain mah karena banyak gitu yang kerja disitu, sejahtera, eh tahunya malah dzalim banget ih," ucap akun @araykidzz. (lz)
Editor : Laila Zakiya