SOLOBALAPAN.COM - Penolakan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus bergulir dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Tagar #TolakRevisiUUTNI viral di platform X dan ramai digunakan oleh warganet untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap disahkannya aturan baru tersebut.
Pesan yang disampaikan warganet beragam. Ada yang menyoroti potensi penyempitan ruang sipil, persoalan ketenagakerjaan, hingga hal yang lebih ringan seperti kekhawatiran soal pembatasan konser KPop.
Baca Juga: Tagar 'Tolak Revisi UU TNI' Viral di X! Warganet Soroti Ancaman Persaingan Kerja hingga Konser KPop?
Salah satu pengguna X dengan nama akun @alinealienee menyampaikan keresahannya sebagai penggemar hiburan Korea.
“Ayo terus kita suarakan, jangan sampai nih elu, gue, kita semua yang demen Kpop jadi kaga bisa ngonser lagi karena bakal disortir, takut dianggap mempertipis rasa nasionalisme. Idol juga gak mau kali datang ke negara berkonflik,” tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @mkusumawijaya yang lebih menyoroti aspek peluang kerja dan keadilan sosial.
Baca Juga: Warga Gunung Kemukus Jadi Korban Penganiayaan, Pelaku Pegawai Kecamatan Miri?
“Ini yang lagi dicarikan pekerjaan? Kaya Gibran aja, dicarikan kerja sama bapaknya, banyak orang lain lebih mampu gak dicarikan…” ujarnya dengan nada menyindir.
Meski suara penolakan terus mengalir deras, DPR tetap mengesahkan revisi UU TNI dalam rapat paripurna.
Melansir dari Kompas, Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa revisi ini tidak akan menghilangkan supremasi sipil.
Ia juga memastikan DPR siap berdialog dengan kelompok masyarakat yang merasa khawatir terhadap dampaknya.
Baca Juga: Tips Atasi Flu dan Batuk saat Menjalankan Ibadah Puasa! Tetap Nyaman Meski Tahan Dahaga Seharian
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membantah bahwa revisi tersebut mengandung unsur wajib militer untuk warga sipil.
Ia menegaskan, tidak ada dwifungsi militer dalam isi aturan yang baru disahkan.
Namun begitu, keresahan publik terutama dari kalangan muda tidak bisa diabaikan begitu saja.
Baca Juga: Siapa 'Jagoan Cikiwul' yang Lagi Viral? Maksa Minta THR hingga Ditahan oleh Satpam Perusahaan!
Mereka menginginkan keterbukaan informasi dan jaminan bahwa hak-hak sipil mereka tidak akan tergerus oleh kebijakan yang tidak mereka pahami sepenuhnya.
Editor : Nindia Aprilia