SOLOBALAPAN.COM - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga preman di kawasan Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi memicu perbincangan panas di media sosial.
Dalam video berdurasi 2 menit lebih itu, pria berkaos marun dan mengenakan rompi hitam terlihat memaksa masuk ke area sebuah perusahaan demi bertemu langsung dengan pimpinan, dengan alasan ingin meminta tunjangan hari raya (THR).
Aksi pria tersebut sempat ditahan oleh seorang sekuriti yang berusaha menjelaskan bahwa permintaan sudah disampaikan.
Baca Juga: Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Orang Tua, Penuh Makna dan Haru di Momen Lebaran!
Namun, pria itu tetap bersikukuh ingin menemui pimpinan perusahaan dan menolak uang yang ditawarkan oleh sekuriti sebagai bentuk itikad baik agar situasi tetap kondusif.
“Saya nggak mau duit kamu, saya pengen langsung ketemu atasanmu,” ucap pria itu dengan nada meninggi.
Yang menjadi sorotan, pria itu kemudian mengklaim dirinya sebagai tokoh yang menguasai wilayah Cikiwul, bahkan menyebut memiliki banyak massa dan bisa “menggerakkan” orang-orang untuk melakukan aksi.
“Di sini saya yang pegang semua pabrik. Kalau saya suruh tutup jalan, bisa jalan semua,” ujarnya dalam rekaman video yang sudah tersebar luas.
Ia juga menyampaikan bahwa selama ini urusan di lapangan biasanya ditangani anak buahnya, namun kali ini ia turun tangan sendiri karena merasa tidak dihormati oleh pihak perusahaan.
Di tengah tekanan, sikap sekuriti yang tetap tenang dan tidak terpancing emosi justru mendapat pujian dari warganet.
Ia hanya meminta agar dihargai sebagai karyawan yang menjalankan tugas sesuai prosedur.
“Tolong hargai saya, Pak. Saya cuma kerja di sini dan menjalankan amanah,” kata sang sekuriti dengan nada merendah.
Video ini diunggah oleh akun Instagram @infobekasi pada Kamis (20/3/2025) dan langsung viral.
Banyak netizen mengecam tindakan premanisme seperti ini, terlebih karena terjadi menjelang Hari Raya, saat banyak orang sedang menjaga suasana kebersamaan dan kedamaian.