SOLOBALAPAN.COM - Gunung Bromo mendadak menjadi sorotan setelah ditemukan ladang ganja di kawasan taman nasional.
Temuan ini langsung memicu kekhawatiran publik, terutama karena ladang tersebut ternyata tidak hanya berada di satu titik.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa patroli akan diperketat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Baca Juga: Lantai Gudang di Balai RW 06 Kadipiro Ambrol, Dua Warga Terperosok, Begini Kronologinya
“Kita harapkan ke depan tidak ada lagi ladang ganja di taman nasional dengan patroli-patroli yang lebih intensif,” ujar Satyawan pada Selasa (18/3/2025) dikutip dari jawapos.
Lebih lanjut, Satyawan mengungkap bahwa hasil pemetaan menunjukkan ladang ganja tersebar di beberapa titik di kawasan Bromo.
“Kita petakan, ada beberapa titik yang ada ganjanya, kita hitung, lalu dilakukan pencabutan dan setelah itu tentu ada proses ke pengadilan,” jelasnya.
Baca Juga: Apa Itu Tren Velocity yang Lagi Viral di TikTok? Bakal Jadi Dance Paling Hits saat Ramadan 2025!
Setelah ditemukan, ladang ganja tersebut akan dicabut, dibersihkan, dan para pelaku akan diproses hukum hingga ke tahap pengadilan.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenhut dan pihak berwenang akan mengintensifkan patroli dan pemantauan di seluruh kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Kasus ini menjadi peringatan bahwa pengawasan terhadap taman nasional perlu lebih diperketat agar tidak lagi dimanfaatkan untuk hal ilegal.
Baca Juga: Tips Cara Mudah Membersihkan Lampu Mobil Kusam dan Kuning dengan Bahan Murah
Bagaimana menurutmu? Apakah pengawasan di taman nasional sudah cukup ketat, atau perlu langkah lebih ekstrem?
Editor : Nindia Aprilia