SOLOBALAPAN.COM - Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video drone yang menangkap pemandangan tak biasa di kawasan Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Video yang awalnya hanya menampilkan pemandangan alam justru mengungkap keberadaan ladang ganja yang diduga tersembunyi di area tersebut.
Perbincangan semakin memanas setelah warganet menyoroti tarif penerbangan drone di kawasan Bromo yang cukup mahal.
Beberapa orang mengungkap bahwa biaya izin menerbangkan drone di lokasi ini bisa mencapai Rp2 juta.
Unggahan yang diunggah akun @fgbromo di TikTok langsung ramai diperbincangkan.
Banyak yang menilai bahwa aturan ketat terhadap drone di kawasan ini bukan hanya karena faktor konservasi alam, tetapi juga mungkin untuk menyembunyikan sesuatu.
"Ngga rugi ngedrone bayar dua juta untuk mengungkap kebenaran film dhot design." tulis @fgbromo.
"Kenapa harus bayar 2 juta? Kalau segitu mahalnya, pasti banyak yang mikir ulang buat nerbangin drone." ucap @azmiamrullah1.
"Di balik kata ‘Dilarang’, di situ lah ada rahasia yang sangat luar binasaah." jawab @enjuned21.arif.
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memang memiliki aturan ketat terkait penerbangan drone.
Salah satu alasannya adalah untuk melindungi ekosistem dan mencegah gangguan terhadap lingkungan serta wisatawan.
Namun, dengan munculnya video viral ini, warganet justru semakin curiga bahwa ada alasan lain di balik mahalnya tarif penerbangan drone.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan adanya ladang ganja di kawasan tersebut.
Jika benar adanya, maka ini bisa menjadi temuan serius yang memerlukan investigasi lebih lanjut dari aparat penegak hukum.
Baca Juga: Kendala Lokasi, Tarawih Keliling Pemkot Solo di Masjid Sriwedari Ditunda
Apakah benar tarif drone yang tinggi hanya untuk perlindungan alam? Atau ada sesuatu yang lebih besar yang disembunyikan? Bagaimana menurutmu?