SOLOBALAPAN.COM - Agnes Jennifer akhirnya buka suara soal perselingkuhan yang mengguncang rumah tangganya.
Dalam podcast bersama Grace Tahir, ia mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah mengetahui perselingkuhan suaminya, David Clement, sejak awal Januari.
Namun, saat itu ia memilih diam hingga akhirnya bukti-bukti mulai bermunculan di akhir Januari.
"Jadi intinya sebenarnya kan saya tuh udah tau tuh dari awal Januari. Terus baru akhirnya muncul foto dan segala macem itu akhir Januari. Saya nggak tau tadinya siapa kan orangnya. Cuman akhirnya ketauan dan tadinya juga saya masih mau diem. Tapi ternyata makin digali, makin digali. Itu ada hal yang membuat saya kayaknya, oh saya harus clarify," ujar Agnes Jennifer.
Yang mengejutkan, anak pertama Agnes ternyata menjadi orang pertama yang menyadari adanya kejanggalan dalam hubungan ayahnya dengan sosok yang belakangan disebut sebagai Gayung Love Pink.
"Bahkan yang pertama kali sadar, siapa orangnya, anak saya. Awal-awal, anak saya sudah ada mention, cuman saya nggak percaya. Masa sih, kayak nggak mungkin lah gitu loh," jelasnya.
Agnes juga mengungkapkan bahwa sang anak merasakan ada perubahan sikap dari ayahnya, sehingga memiliki firasat tentang hubungan terlarang tersebut.
Bahkan sebelum foto-foto perselingkuhan itu tersebar, anaknya telah menduga siapa sosok selingkuhan sang ayah.
Dalam podcast tersebut, Agnes Jennifer juga ditanya apakah dirinya siap meninggalkan suaminya jika pernikahan ini tidak bisa dipertahankan.
"Maksudnya artinya kamu siap?" tanya Grace Tahir.
"Iya," jawab Agnes Jennifer tanpa ragu.
Agnes juga mengakui bahwa meskipun ia bisa memaafkan, namun melupakan perselingkuhan yang terjadi bukanlah hal yang mudah.
"Sekarang ya, aku memaafkan, cuman, tapi kalau untuk melupakan, kayaknya nggak mungkin bisa ya, mau sampai kapan kan?" tambahnya.
Agnes menyadari bahwa kepercayaan dalam pernikahannya sudah rusak.
"Trust issue, udah nggak percaya, pasti jadi curiga, apa-apa gitu kan. Pasti sih sampai sekarang, makanya saya kadang, bangun pagi tuh, bisa tiba-tiba emosi gitu," ungkapnya.
Meskipun telah mengetahui kenyataan pahit ini, Agnes berusaha menjaga lingkungan yang stabil bagi anak-anaknya.
"Anak-anak tau, cuman saya berusaha membuat environment mereka itu semenjak kejadian ini tuh kayak masih sama kayak dulu. Jadi kayak saya masih hangout bareng, masih ngobrol gitu. Walaupun tetap mereka bisa sense ada sesuatu yang beda ya," ujarnya.
Namun, Agnes tetap ingin melindungi anak-anaknya dari dampak negatif yang lebih besar.
"Saya mencoba share ke publik, karena kita juga nggak bisa push ke sekolah kan, ini hal pribadi gitu. Jadi saya up, biar anak saya dijagain sama-sama orang," katanya. (lz)
Editor : Laila Zakiya