SOLOBALAPAN.COM - Berita yang baru-baru ini ramai di media sosial mengenai tuduhan aliran dana korupsi yang mengarah pada Linda Anggrea, pemilik Buttonscarves, menjadi perhatian banyak pihak.
Isu tersebut menyebutkan bahwa ayah dari Linda Anggrea, yang juga merupakan CEO Buttonscarves dan Modinity Group, terlibat dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Aneka Tambang (PT ANTAM).
Sebagai respons terhadap rumor tersebut, Buttonscarves dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Dalam sebuah surat yang tersebar, mereka menyatakan bahwa segala hubungan yang mengaitkan perusahaan mereka dengan kasus korupsi tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar.
"Buttonscarves menyatakan bahwa rumor yang mengaitkan kami dengan sebuah kasus korupsi di salah satu perusahaan milik negara merupakan fitnah yang tidak berdasar," bunyi pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.
Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa perusahaan ini dibangun di atas dasar kejujuran dan profesionalisme.
"Buttonscarves sebagai bagian dari Modinity Group dibangun berdasar integritas dan kejujuran. Profesionalitas dan tata kelola yang baik merupakan fondasi perusahaan," ujar mereka dalam surat tersebut.
Pihak Buttonscarves juga memaparkan mengenai kehidupan pribadi Linda Anggrea dan keluarganya, guna menjawab tuduhan yang beredar.
"Namun, demi seluruh ribuan karyawan Buttonscarves serta BS Lady di seluruh Indonesia yang loyal mendukung kami, kami harus membuka fakta ini dan menjawab fitnah yang beredar," tambahnya.
Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa Linda Anggrea, sejak usia enam tahun, dibesarkan oleh sang ibu setelah orangtuanya berpisah.
"Sejak usianya 6 tahun, founder kami, Linda Anggrea, dibesarkan oleh seorang single mother yang berusaha sendiri menafkahi anak dari kecil hingga menyelesaikan bangku sekolah," ujar mereka dalam penjelasannya.
Linda sendiri mulai bekerja setelah lulus kuliah dan menjadi tulang punggung keluarga, mendukung ibunya dalam mencukupi kebutuhan hidup.
Baca Juga: Linda Anggrea Punya Anak Berapa? Sosok Owner Buttonscarves yang Tengah Diterpa Isu Korupsi PT Antam
Buttonscarves juga menegaskan bahwa modal awal untuk mendirikan perusahaan ini tidak berasal dari aliran dana yang terkait dengan korupsi.
Dana yang digunakan untuk mendirikan Buttonscarves berasal dari tabungan pribadi Linda yang ia peroleh melalui kerja keras.
"Buttonscarves didirikan pada tahun 2016, berbekal tabungan pribadi ibu Linda sebesar Rp 40 juta dari hasil bekerja,
dan dengan tekad gigih untuk memberikan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga, beliau membesarkan Buttonscarves hingga menjadi seperti sekarang," pungkas pihak Buttonscarves.
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana perusahaan ini berusaha melindungi reputasinya dan sekaligus menjelaskan asal-usulnya yang sah, serta peran besar yang dimainkan oleh Linda Anggrea dan keluarganya dalam membangun kesuksesan Buttonscarves.
Penjelasan ini penting agar masyarakat dapat membedakan antara rumor dan fakta yang ada. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo