Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Sebenarnya Linda Anggrea? Sosok Pemilik Buttonscarves Kini Namanya Ikut Terseret Isu Korupsi PT Antam

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 14 Maret 2025 | 01:17 WIB
Linda Anggrea Founder Buttonscarves.
Linda Anggrea Founder Buttonscarves.

SOLOBALAPAN.COM - Nama brand hijab Buttonscarves tengah menjadi sorotan publik setelah pemiliknya, Linda Anggrea, diduga terlibat dalam kasus korupsi PT Antam.

Beberapa warganet pun mulai mengungkapkan kecurigaan mereka mengenai bisnis fesyen muslimah ini, yang semakin memanas dengan adanya dugaan keterlibatan sang pemilik dalam sebuah kasus hukum besar.

Salah satu warganet berpendapat bahwa hijab Buttonscarves tergolong mahal, meskipun kualitas bahannya dinilai tipis.

Tak hanya itu, keberadaan toko Buttonscarves yang sering tampak sepi, namun memiliki omzet yang sangat besar, menimbulkan dugaan adanya penggelapan dana atau praktik yang tidak transparan dalam bisnis ini.

Isu terkait harga tinggi Buttonscarves dan dugaan penipuan tersebut membuat brand ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Tak ketinggalan, nama Linda Anggrea, sang pemilik, turut menjadi sorotan terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi yang melibatkan PT Antam, sebuah perusahaan negara.

Berikut adalah ulasan lebih lanjut mengenai sosok Linda Anggrea dan kisah di balik brand Buttonscarves.

Linda Anggrea: Sosok Dibalik Buttonscarves

Linda Anggrea, pemilik brand Buttonscarves, memulai karier bisnisnya setelah ia memutuskan untuk berhijab secara konsisten.

Ia lahir di Indragiri Hilir, Riau, pada sekitar tahun 1992. Saat masih di sekolah dasar, ia sempat dipercepat naik kelas, namun guru menyarankan agar orang tuanya menunda tahun ajaran berikutnya karena usianya yang masih terbilang muda.

Setelah lulus SD, Linda melanjutkan pendidikan di SMP Pekanbaru dan SMA di Al-Izhar, Jakarta.

Linda kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Saat magang di sebuah perusahaan, Linda bertemu dengan seorang pengacara yang kemudian menjadi suaminya.

Sebelum mendirikan bisnis sendiri, Linda bekerja di Bank Indonesia sebagai Research Fellow pada tahun 2013.

Ia juga sempat berkarier sebagai Profesional Pengembangan Bisnis di CT Corpora, meskipun hanya beberapa bulan, dan kembali ke Bank Indonesia mengisi posisi Asisten Manajer untuk PCPM Program.

Pada tahun 2016, Linda memutuskan untuk meninggalkan karier di dunia perbankan dan bisnis korporasi, serta membuka usaha hijab dengan nama Buttonscarves.

Awalnya, brand ini hanya berjualan secara online, namun karena permintaan yang tinggi, Linda kemudian membuka toko fisik, yang kini telah berkembang hingga mencapai 40 unit, bahkan meluas ke Malaysia.

Buttonscarves tidak hanya menjual hijab, namun juga berkembang dengan menjual produk kosmetik, pakaian, tas, sepatu, dan kacamata.

Omzet yang diperoleh brand ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah, dengan seringnya mereka berkolaborasi dengan sejumlah artis terkenal.

Dugaan Korupsi dan Spekulasi Publik

Meski berhasil meraih kesuksesan yang sangat besar, bisnis Buttonscarves malah menuai banyak pertanyaan publik.

Salah satunya adalah terkait dengan omzet yang sangat tinggi meskipun toko-toko Buttonscarves seringkali terlihat sepi. Hal ini memunculkan spekulasi di kalangan netizen, yang menduga adanya penggelapan dana dalam operasional bisnis tersebut.

Kecurigaan semakin kuat ketika beredar kabar bahwa Linda Anggrea terlibat dalam kasus korupsi PT Antam, yang juga menyebutkan adanya hubungan antara suaminya dengan kasus ini.

Kabar ini semakin menguat setelah muncul dugaan bahwa Linda adalah anak dari salah satu tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

Publik pun semakin penasaran untuk mengetahui apakah benar Linda dan suaminya memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi mengenai keterlibatan mereka, dan warganet terus memberikan komentar di akun sosial media Linda, baik yang mendukung maupun yang meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dugaan tersebut.

Salah satu komentar dari warganet yang menarik perhatian berbunyi, "Buka bisnis tujuan awalnya buat tempat cuci uang, eh malah laris manis jadi diterusin deh laundry wow."

Spekulasi dan Tanggapan dari Linda Anggrea

Seiring berjalannya waktu, publik menunggu klarifikasi resmi dari Linda Anggrea terkait tudingan keterlibatannya dalam kasus korupsi tersebut.

Keterbukaan dan komunikasi yang jelas sangat diperlukan untuk menghindari spekulasi lebih lanjut, mengingat banyaknya pertanyaan yang muncul.

Ke depan, penting bagi Linda untuk memberikan penjelasan yang transparan agar masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya.

Dalam dunia bisnis, terutama yang melibatkan brand besar seperti Buttonscarves, penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Menjaga integritas dan menjawab setiap spekulasi dengan bukti yang jelas akan memberikan dampak positif terhadap citra brand tersebut.

Terlepas dari masalah yang tengah dihadapi, ini juga bisa menjadi momen bagi Linda dan tim Buttonscarves untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap bisnis yang transparan dan bertanggung jawab. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Linda Anggrea #Buttonscarves #pt antam #isu korupsi