SOLOBALAPAN.COM - Nama AKBP Fajar Widyadharma Lukman, mantan Kapolres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjadi pusat perhatian publik setelah tersandung kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur dan penyalahgunaan narkoba.
Tak hanya dirinya, sosok istrinya, Dewi Fajar, juga ikut disorot setelah video lawas yang memperlihatkan kebersamaan mereka kembali viral di media sosial.
Sebelum skandal ini mencuat, Dewi Fajar beberapa kali terlihat menemani suaminya dalam berbagai acara resmi.
Salah satu momen yang kini kembali ramai dibahas adalah ketika Fajar Widyadharma menerima pakaian adat dalam acara penyambutannya sebagai Kapolres Ngada pada 16 Juli 2024.
Dalam video yang beredar di TikTok, terlihat AKBP Fajar turun dari mobil dan berjalan bergandengan tangan dengan istrinya menuju lokasi acara.
Fajar Widyadharma tampak mengenakan seragam kepolisian, sementara Dewi Fajar mengenakan seragam khas Ibu Bhayangkari.
Di acara tersebut, Bupati Ngada Andreas Paru beserta istri turut memberikan pakaian adat kepada AKBP Fajar dan Dewi Fajar sebagai bentuk penghormatan atas tugas barunya.
Namun, kebersamaan mereka kini justru menjadi ironi setelah AKBP Fajar ditangkap atas dugaan rudapaksa terhadap tiga anak di bawah umur dan penyalahgunaan narkoba.
Pada 20 Februari 2025, tim gabungan Propam Mabes Polri dan Polda NTT menangkap AKBP Fajar di sebuah hotel di Kupang, NTT.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Hendry Novika Chandra, membenarkan penangkapan tersebut.
"Diamankan oleh Propam Mabes Polri yang didampingi Paminal Polda NTT, tanggal 20 Februari 2025," ujarnya pada 3 Maret 2025.
Penangkapan ini juga dikonfirmasi langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, yang menyebut bahwa Mabes Polri kini menangani kasus tersebut.
Menurut laporan, selain kasus narkoba, AKBP Fajar juga diduga melakukan rudapaksa terhadap tiga anak di bawah umur selama menjabat sebagai Kapolres Ngada.
Saat ini, mantan perwira menengah Polri tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.
Sebelum terjerat kasus ini, AKBP Fajar Widyadharma Lukman memiliki rekam jejak panjang di kepolisian.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain:
- Kanit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jabar (2019-2022)
- Kapolres Sumba Timur (2022-2024)
- Kapolres Ngada, Polda NTT (Juni 2024 - Februari 2025)
Kasus yang menimpa AKBP Fajar Widyadharma Lukman mendapat perhatian serius dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Ketua Kompolnas sekaligus Menkopolhukam, Budi Gunawan, memastikan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
"Kami dari Kompolnas sudah menurunkan tim untuk langsung mengawasi proses penanganan kasus ini," ujar Budi Gunawan saat berada di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, 3 Maret 2025. (lz)
Editor : Laila Zakiya