SOLOBALAPAN.COM - Tragedi banjir bandang yang terjadi di Palabuhanratu, Sukabumi, meninggalkan duka mendalam.
Seorang ibu bernama Santi alias Zahra (40) dan anaknya Nurul (3) ditemukan meninggal dalam kondisi berpelukan erat setelah rumah kontrakan mereka di RT 02 RW 22, Kampung Gumelar hancur diterjang arus deras akibat meluapnya Sungai Cipalabuhan.
Setelah hampir 24 jam pencarian, tim SAR akhirnya menemukan jasad keduanya pada Jumat, 7 Maret 2025, sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian.
Momen haru ini terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan bagaimana tubuh ibu dan anak tersebut tetap dalam posisi saling berpelukan, seolah melindungi satu sama lain hingga akhir hayat.
Yang membuat warganet semakin terenyuh adalah kondisi baju yang dikenakan oleh sang anak.
Gambar boneka Labubu di bajunya masih bersih, meskipun tubuhnya sudah terendam lumpur dan material banjir.
Akun TikTok cici_official_188 mengunggah video evakuasi tersebut dengan keterangan yang mengagetkan.
"Jasad seorang ibu dan anak yang menjadi korban banjir di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/3/2025) kemarin akhirnya ditemukan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi berpelukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (7/3/2025)."
Tragedi ini membuat warganet ikut merasakan kesedihan mendalam. Banyak yang memberikan doa dan ungkapan belasungkawa atas peristiwa memilukan ini.
Baca Juga: Princes Syahrini Bukan Hanya Cantik dan Lemah Lembut, Sikap Religiusnya Terungkap! Warganet Kagum!
Pengguna @euisrekhadwi menuliskan "Gambar boneka Labubu di bajunya masih bersih, begitu erat pelukanmu, Ibu. Surga tempat kalian, amin ya rabb."
Sementara itu, akun @akunaldo27 menambahkan "Ini yang dikunci suaminya itu kan? Terus suaminya pergi jualan ke pasar?"
Hingga kini, video evakuasi tersebut terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang, serta adanya peningkatan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan banjir seperti Palabuhanratu.