SOLOBALAPAN.COM - Publik dibuat geger setelah terungkap bahwa 11 kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapatkan posisi strategis di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam proyek FOLU Net Sink 2030.
Tak hanya soal bagi-bagi jabatan, kini besaran gaji yang diterima para kader PSI dalam proyek ini juga menjadi sorotan. Berapa sebenarnya gaji yang mereka dapatkan?
Dalam Keputusan Menteri Kemenhut Nomor 32 Tahun 2025, berikut adalah 11 kader PSI yang masuk dalam proyek ini:
1. Raja Juli Antoni, Wakil Sekretaris Jenderal PSI - Penanggung Jawab/Pengarah.
2. Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI - Dewan Penasihat Ahli.
3. Suci Mayang Sari, Bendahara Umum PSI - Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas.
4. Sigit Widodo, Ketua DPP PSI - Bidang Peningkatan Cadangan Karbon.
5. Kokok Dirgantoro, Ketua DPP PSI - Bidang Pengelolaan Hutan Lestari.
6. Furqan Amini Chaniago - Bidang Konservasi.
7. Yus Ariyanto - Bidang Pengelolaan Ekosistem Gambut.
8. Endika Fitra Wijaya - Staf Kesekretariatan Bidang Pengelolaan Hutan Lestari.
9. Rama Hadi Prasetya - Staf Kesekretariatan Peningkatan Cadangan Karbon.
10. Andi Syaiful Oeding - Bidang Pengelolaan Ekosistem Gambut.
11. Nurtanti - Bidang Penegakan Hukum dan Peningkatan Kapasitas.
Yang menjadi perhatian utama adalah penunjukan Andy Budiman dan istrinya, Suci Mayang Sari.
Tak hanya soal jabatan, besaran gaji yang diterima para kader PSI dalam proyek ini juga membuat publik tercengang. Berikut daftar honorarium yang mereka dapatkan:
- Penanggung Jawab/Pengarah: Rp50 juta per bulan.
- Ketua Pelaksana, Ketua Harian, Sekretaris: Rp30 juta per bulan.
- Anggota: Rp20 juta per bulan.
- Staf Kesekretariatan: Rp8 juta per bulan.
Menanggapi gaji yang fantastis ini, pengguna X @ponikikoku berkomentar, “Gila, dua pejabat teras PSI yang masuk kepengurusan ternyata suami istri! Program efisiensi, tapi gaji pejabatnya selangit!”
Juru Bicara DPP PSI, Agus Mulyono Herlambang, menegaskan bahwa pengangkatan kader PSI dalam proyek ini dilakukan berdasarkan profesionalisme dan tidak ada unsur nepotisme.
"Menteri menunjuk beberapa orang profesional non-partai dan profesional dari partai untuk memperkuat tim. Ini juga sudah terjadi pada masa sebelumnya," kata Agus.
Namun, klarifikasi ini belum cukup untuk meredam kritik.
Ernest Prakasa, sutradara dan komika, ikut menyindir PSI dalam cuitannya di X dengan menulis, “Partai Anak Muda,” sebagai bentuk sindiran atas praktik politik yang kini terjadi.
Publik pun bertanya-tanya, apakah ini benar-benar profesionalisme atau hanya sekadar jatah politik? (lz)
Editor : Laila Zakiya