SOLOBALAPAN.COM - Rini Widyantini merupakan seorang birokrat yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).
Sejak 21 Oktober 2024, Ia memulai diangkat dan resmi menjadi bagian dari MenPAN-RB.
Sebelum menduduki posisi tersebut, ia lebih dulu menjabat sebagai Sekretaris KemenPAN-RB sejak tahun 2022 dan telah lama berkarier di kementerian ini sejak 1997.
Latar Belakang dan Pendidikan
Baca Juga: Benarkah Kae Asakura Jadi Mualaf? Bintang Film Dewasa Jepang 'Rae Lil Black' Jadi Sorotan!
Melansir dari setneg.go.id, Rini lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 29 Mei 1965.
Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD Tikukur IV Bandung, melanjutkan ke SMP Santa Angela Bandung, dan menyelesaikan jenjang SMA di sekolah yang sama.
Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran, di mana ia meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1988.
Selanjutnya, ia melanjutkan studinya ke Universitas Flinders, Australia, dan memperoleh gelar Master of Public Management pada tahun 1999.
Perjalanan Karier di Pemerintahan
Rini memulai kariernya sebagai Analis Kebijakan di Kementerian PANRB pada 2 Juli 1997. Seiring waktu, ia menempati berbagai posisi penting, termasuk:
2000 – Kepala Subbidang Penyusunan Kebijakan Kelembagaan Non Departemen
Baca Juga: THR ASN dan Pensiunan Lebaran 2025 Kapan Cair? PNS Siap Dimanjakan usai Puasa Ramadan!
2001 – Kepala Bidang Penyusunan Kebijakan Kelembagaan Non Departemen
2002 – Kepala Bidang Desain Kelembagaan Non Departemen
2008 – Asisten Deputi Kelembagaan Perekonomian
2009 – Asisten Deputi Kelembagaan Perekonomian I
2010 – Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kelembagaan
2011 – Staf Ahli Menteri PANRB Bidang Hukum
2012 – Deputi Bidang Kelembagaan
2013 – Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana
2022 – Sekretaris KemenPAN-RB
2024 – MenPAN-RB
Selain menjabat di kementerian, Rini juga pernah menduduki posisi Komisaris PT Pegadaian pada 9 Januari 2020.
Viral Usai Penundaan Pengangkatan CPNS-PPPK 2024
Rini menjadi perbincangan publik setelah menandatangani keputusan yang menunda pengangkatan CPNS hingga Oktober 2025 dan PPPK hingga Maret 2026.
Kebijakan ini menuai banyak kritik dari calon ASN yang terdampak, menyebabkan gelombang protes besar-besaran di media sosial.
Akun Instagram resminya pun dibanjiri komentar dari warganet yang merasa kecewa. Salah satunya dari @wnafitra, yang menuliskan di kolom komentar instagram.
"Bu, sekadar mengingatkan. Doa orang yang dizalimi sangat mustajab, apalagi jumlahnya banyak. Tidak ingatkah kebijakan terakhir Tjahjo Kumolo yang akhirnya berdampak luas?"
Sementara itu, pengguna lain seperti @ig.akmal14 meminta agar pengangkatan ASN tetap sesuai jadwal awal.
"Bu, mohon pertimbangkan kembali. Pengangkatan CPNS seharusnya tetap dimulai pada April-Mei 2025 sesuai jadwal sebelumnya. Mengapa malah ditunda serentak hingga Oktober?"
Gelombang kritik terhadap kebijakan ini terus berlanjut, dengan banyak calon ASN yang meminta agar keputusan tersebut dievaluasi ulang demi kepastian karier dan masa depan mereka.
Editor : Nindia Aprilia