SOLOBALAPAN.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini memeriksa influencer otomotif Fitra Eri terkait dengan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.
Pemeriksaan ini berlangsung pada Rabu, 5 Maret 2025, di tengah penyelidikan besar-besaran yang dilakukan terhadap dugaan korupsi dalam pengolahan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini, yang mencakup dugaan pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Salah satu modus yang terungkap adalah pembayaran untuk BBM jenis RON 92 (Pertamax), padahal yang dibeli sebenarnya hanya RON 90 atau lebih rendah.
BBM tersebut kemudian diolah kembali agar sesuai standar RON 92.
Kejagung menduga praktik ini melibatkan banyak pihak, termasuk figur-figur yang berpengaruh dalam industri otomotif dan energi.
Siapa Fitra Eri?
Fitra Eri dikenal sebagai pembalap profesional dan influencer otomotif dengan basis pengikut yang besar di media sosial.
- Nama Lengkap: Fitra Eri Purwotomo
- Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 17 Oktober 1974
- Pendidikan: S1 Teknik Mesin, Universitas Indonesia
- Karier:
Wartawan otomotif
Pembalap profesional
YouTuber dan influencer otomotif
Baca Juga: Usai Bertemu Kejagung, Erick Thohir Lolos Hukum? Buru-buru Amat Pak Jaksa!
Fitra Eri memiliki pengalaman panjang di dunia balap dan otomotif.
Ia pernah meraih berbagai prestasi, termasuk Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Asia di Sirkuit Sepang, Malaysia, serta beberapa kemenangan di Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM).
Selain itu, Fitra juga dikenal sebagai content creator otomotif yang sangat berpengaruh di Indonesia.
Pada 2021, ia dinobatkan sebagai content creator otomotif terfavorit oleh GTV.
Kasus dugaan korupsi ini menjadi salah satu skandal terbesar yang menimpa PT Pertamina dalam beberapa tahun terakhir.
Kejagung mengungkap bahwa praktik manipulasi kualitas BBM ini berpotensi menyebabkan kerugian negara hingga Rp193,7 triliun.
Pihak Pertamina sendiri telah memberikan klarifikasi terkait kasus ini.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan berjanji untuk meningkatkan tata kelola perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Meski Kejagung belum mengungkapkan secara detail keterkaitan Fitra Eri dalam kasus ini, pemanggilan dirinya sebagai saksi menambah daftar panjang figur yang terlibat dalam penyelidikan skandal korupsi Pertamax oplosan. (lz)
Editor : Laila Zakiya