SOLOBALAPAN.COM – Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terseret kasus mega korupsi PT Pertamina. Di tengah huru-hara itu, Erick mengaku sudah bertemu dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.
Dalam pertemuan akhir Februari lalu, Erick mengaku bertemu untuk membahas perkembangan kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak di PT Pertamina Patra Niaga.
Pertemuan itu sontak mendapat sorotan tajam dari Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli.
Pertemuan itu dinilai tidak etis. Hal itu disampaikan dalam cuitan di X.
"Bertemu Erick Thohir, Kejagung melanggar etika Penegakan Hukum," tulisnya dikutip Kamis, (6/3/2025).
"Pada saat Kejagung menyelidiki kasus dugaan korupsi Rp 1.000 triliun Pertamina, Jaksa Agung malah bertemu bosnya, Erick Thohir," tambahnya.
Isu keterlibatan Erick dan Boy dalam kasus yang merugikan negara Rp 193,7 triliun sepanjang 2018-2023 itu memang santer di media sosial.
Dilansir dari Detik.com, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menegaskan tidak menemukan bukti keterlibatan Menteri BUMN Erick Thohir maupun pemilik PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADARO), Giribaldi 'Boy' Thohir, dalam kasus korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.
"Nggak ada informasi fakta soal itu," katanya.
Pernyataan Kejagung itu memantik beragam reaksi dari netizen X.
"Buru-buru amat pak jaksa," tulis pemilik akun @GGiven**.
Tak sedikit netizen yang menduga, lolosnya nama Erick Thohir dari pusara kasus korupsi PT Pertamina itu usai bertemu dengan Kejagung.
"Hasil pertemuan bbrp hari kmrn," tulis akun @AsalBe***.
"Hasil pertemuan 11 malam," timpal akun @_river****.
(rgl)
Editor : Ragil Listiyo