SOLOBALAPAN.COM - Nama Fadia A Rafiq kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah komentarnya yang dinilai kasar kepada warganet viral.
Bupati Pekalongan ini mendadak jadi sorotan setelah merespons keluhan terkait jalan rusak dan transparansi anggaran dengan kata-kata yang dianggap tidak pantas.
Akun Instagram @fadiaarafiq.official menjadi pusat perhatian setelah seorang warganet mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan mempertanyakan soal anggaran pembangunan rumah sakit di Pekalongan.
Bukannya memberikan respons bijak, akun tersebut justru membalas dengan nada emosional.
"@raya_aulia_rakhman mulutmu kl ngomong ojo kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko! Urusan anggaran rak keluar, anggaran opo??? Jgn sampe dicari koe, rak iso kasih pertanggungjawaban omonganmu! #admin," tulis akun @/fadiaarafiq.official.
Komentar tersebut langsung menuai kritik tajam dari warganet.
Banyak yang mempertanyakan apakah seorang kepala daerah pantas berbicara dengan nada ancaman kepada warganya sendiri.
Bahkan, beberapa netizen curiga ada sesuatu yang disembunyikan terkait transparansi anggaran di Pekalongan.
"Jika warga tanya soal anggaran atau lapor jalan rusak, itu HAK mereka sebagai pembayar pajak. Mengancam 'diperiksa penegak hukum' justru bikin publik curiga ada yang disembunyikan. Transparansi, bukan intimidasi, adalah jawaban untuk membangun kepercayaan," tulis akun Twitter @/dimarcotop.
Setelah viral di X (Twitter), akun Instagram Fadia pun dikunci (private).
Namun, warganet terus memperbincangkan kejadian ini. Unggahan yang berisi tanggapan Fadia telah di-repost lebih dari 2.400 kali dan mendapat lebih dari 7.600 tanda suka.
Tak hanya itu, kejadian ini juga membuat banyak orang penasaran dengan latar belakang Fadia A Rafiq.
Siapa sebenarnya sosoknya dalam keluarga pedangdut legendaris A Rafiq?
Fadia A Rafiq merupakan putri dari pedangdut terkenal A Rafiq dan kakak dari Fairuz A Rafiq.
Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia dikenal sebagai penyanyi dangdut yang sukses dengan lagu "Cik Cik Bum Bum" pada era 2000-an.
Namun, sejak tahun 2010-an, ia mulai serius meniti karier di dunia politik.
Fadia sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan pada periode 2011-2016.
Kemudian, ia terpilih sebagai Bupati Pekalongan untuk periode 2021-2026.
Selain itu, Fadia juga pernah menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan dan Ketua KNPI Jawa Tengah selama lima tahun.
Di luar tugasnya sebagai kepala daerah, Fadia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Suaminya, M. Ashraff Abu, turut mendukung kariernya dengan menjabat sebagai Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Pekalongan. (lz)