SOLOBALAPAN.COM - Bekasi kembali dilanda banjir besar, tetapi kali ini yang menjadi sorotan bukan hanya genangan airnya, melainkan aksi warga yang nekat menjebol tembok pembatas perumahan Cluster Galaxy Bekasi.
Aksi ini viral di media sosial dan menimbulkan perdebatan di antara warganet.
Dalam video yang beredar di akun X @bacottetangga__, terlihat sejumlah warga menggunakan alat berat untuk menghancurkan sebagian tembok perumahan.
Tujuannya? Agar air banjir yang menggenangi salah satu wilayah bisa mengalir ke area lain dan mengurangi genangan di tempat mereka.
"Ngejebol tembok katanya biar airnya di sana cepat surut, taunya malah banjir semuanya," tulis keterangan dalam unggahan video yang viral pada Rabu, 5 Maret 2025.
Langkah ini sontak menuai pro dan kontra.
Sebagian warganet menilai ini sebagai bentuk solidaritas untuk membagi beban banjir, sementara yang lain menganggapnya sebagai tindakan yang justru memperparah situasi.
Komentar pun bermunculan di media sosial:
"Suruh Belanda ke sini lagi ajalah, mereka kalau tata kota dan teknik pembangunan lebih mantap, apalagi soal banjir begini," tulis akun @PandaMerahku.
"Jiwa korsa yang sangat tinggi, komplek sebelah banjir, mereka juga mau merasakannya," sindir akun @CoQill.
"Pintar juga, sudah mengamalkan Pancasila, ini sila ke-5 sudah tercapai," ujar akun @Rudiharton79652 dengan nada sarkas.
Namun, di sisi lain, penghuni perumahan yang terkena dampak langsung dari jebolnya tembok juga mengungkapkan keluhannya.
Lewat akun @98withkyu, seorang penghuni perumahan menyampaikan curhatannya.
"Banjir karena hujan deras (X), banjir karena tembok pembatas dijebol warga sebelah (✔)," tulis seorang penghuni.
"Warga sebelah kebanjiran jadi ngejebol tembok biar airnya terbagi ke komplek rumah yang nggak banjir."
"Sembilan tahun tinggal di sini, baru kali ini kompleknya banjir."
"Ini tembok pembatas dekat rumahku mau dijebol juga, untungnya cepat ketahuan. Warga sebelah bilang 'namanya musibah harus berbagi'."
Menyadari situasi yang semakin memanas, warga akhirnya sepakat untuk mengalirkan air dengan solusi lain tanpa harus menjebol total tembok pembatas.
"Untung saluran airnya lancar, jadi airnya bisa mengalir. Stay safe semuanya yang terkena dampak banjir," ungkapnya. (lz)