Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa Itu Sherpa? Manusia Super yang Kabarnya Jadi Penyelamat di Tragedi Carstensz yang Renggut Nyawa Lilie Wijayati dan Elsa Laksono

Laila Zakiya • Rabu, 5 Maret 2025 | 17:22 WIB
Peran Sherpa si manusia super dalam penyelamatan dan evakuasi pendakian Carstensz.
Peran Sherpa si manusia super dalam penyelamatan dan evakuasi pendakian Carstensz.

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi pendakian di Puncak Carstensz, Papua yang merenggut nyawa Lilie Wijayati dan Elsa Laksono kembali menjadi pengingat betapa berbahayanya mendaki gunung dengan kondisi ekstrem.

Cuaca buruk, hujan salju, dan angin kencang menyebabkan hipotermia pada beberapa pendaki, termasuk dua pendaki senior asal Indonesia tersebut.

Di tengah proses penyelamatan, muncul satu nama yang menjadi sorotan, yaitu Sherpa—suku asal Himalaya yang dikenal sebagai pendaki tangguh.

Kabarnya, dalam upaya penyelamatan Lilie dan Elsa, seorang Sherpa bernama Dawa Gyalje Sherpa turut membantu mengevakuasi para pendaki yang mengalami hipotermia.

Lalu, siapa sebenarnya Sherpa? Kenapa mereka disebut sebagai "manusia super" di dunia pendakian?

Siapa Itu Sherpa?

Sherpa adalah suku asli yang tinggal di lereng pegunungan Himalaya, Nepal, dan Tibet.

Mereka terkenal sebagai pendaki ulung yang mampu bertahan di medan ekstrem dan sering menjadi pemandu ekspedisi ke Gunung Everest (8.850 mdpl).

Berkat adaptasi genetik, Sherpa memiliki kapasitas paru-paru lebih besar, lebih banyak sel darah merah, dan efisiensi oksigen yang lebih tinggi, membuat mereka lebih kuat di ketinggian ekstrem tanpa oksigen tambahan.

Sherpa dijuluki "manusia super" karena keunggulan fisik mereka dalam mendaki gunung.

Saat pendaki lain kesulitan bernapas dan membutuhkan oksigen tambahan di ketinggian 3.500 meter ke atas, Sherpa bisa bertahan tanpa alat bantu oksigen.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki pekerjaan berisiko tinggi sebagai pemandu pendakian dan kuli angkut, membantu para pendaki membawa perlengkapan berat hingga ke puncak gunung.

Baca Juga: Tren Fashion Lebaran 2025: 10 Rekomendasi Warna Baju yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang, Buruan Cek!

Dalam insiden di Puncak Carstensz, seorang Sherpa bernama Dawa Gyalje Sherpa dilaporkan ikut berusaha menyelamatkan pendaki yang mengalami hipotermia, termasuk Lilie Wijayati dan Elsa Laksono.

Namun, kondisi cuaca yang terlalu ekstrem membuat upaya penyelamatan menjadi sangat sulit.

Lilie dan Elsa dinyatakan meninggal dunia di Teras 2 sebelum bisa dievakuasi lebih lanjut.

Kabar ini pertama kali mencuat lewat unggahan di TikTok @dulurgunung yang menyampaikan rasa terima kasih kepada Sherpa yang telah membantu proses evakuasi di Carstensz.

Lewat unggahan akun TikTok tersebut, terungkap pula satu sosok Sherpa lain bernama Tashi Lakpa Sherpa yang ditandainya dan disebut juga turut ikut andil dalam penyelamatan Carstensz.

"Turut berterima kasih sebesar-besarnya kepada Sherpa yang turut menolong survivor pendaki Indonesia yang terkena hipotermia di Cartenz, @tashi8848.86. Big respect & Thank a lot from Indonesia ❤️????" tulis unggahan tersebut.

Suku Sherpa bukan hanya sekadar pemandu gunung biasa.

Mereka memiliki tokoh legendaris yang telah mencetak sejarah dalam dunia pendakian, salah satunya adalah Tenzing Norgay.

Pada tahun 1953, bersama pendaki asal Selandia Baru Sir Edmund Hillary, Tenzing Norgay menjadi manusia pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest.

Jalur yang mereka rintis masih digunakan oleh para pendaki hingga saat ini, membuktikan peran besar Sherpa dalam sejarah ekspedisi gunung tertinggi di dunia.

Bagi para pendaki gunung, Sherpa bukan hanya sekadar pemandu, tetapi juga penyelamat dan sahabat yang selalu siap membantu dalam kondisi berbahaya.

Di Gunung Everest, Sherpa sering menjadi orang pertama yang mencapai puncak sebelum klien mereka, memastikan jalur pendakian aman.

Mereka juga yang paling banyak berisiko menghadapi badai salju, longsor, dan kelelahan ekstrem.

Sayangnya, meskipun memiliki peran krusial, nama Sherpa sering kali tidak disebutkan dalam ekspedisi besar. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Elsa Laksono #viral #Lilie Wijayati #puncak carstensz #sherpa