SOLOBALAPAN.COM - Furky Syahroni akhirnya angkat bicara setelah kejadian tragis yang terjadi di Puncak Carstensz, Papua.
Dalam unggahan di Instagram, ia mengungkapkan keterkejutannya atas insiden yang merenggut nyawa dua pendaki senior.
“Halo teman-teman, untuk saat ini saya ingin mencurahkan pikiran dan hati saya berbela sungkawa atas berpulangnya Ibu Lilie Wijayati (Mamak Pendaki) dan Tante Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta Ibu Lilie dan Tante Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulisnya.
Baca Juga: Apa Arti Sebenarnya dari Istilah Poppo Siroyo yang Viral di TikTok?
Furky mengakui bahwa dirinya masih sulit mempercayai kejadian tersebut. Ia juga meminta maaf karena baru memberikan kabar kepada publik.
“Dan sebelumnya mohon maaf baru bisa mengabari sekarang dikarenakan masih terkejut dan shock dengan apa yang terjadi di sini. Terima kasih sekali untuk rekan-rekan, keluarga, teman-teman yang menanyakan keadaan kami di sini. Mohon maaf belum bisa cepat merespon,” lanjutnya.
Kabar duka ini juga disampaikan oleh Fiersa Besari, yang turut menjadi bagian dari tim pendakian. Dalam unggahannya, ia menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini.
Baca Juga: Rute KA BIAS Madiun-Solo 4 Maret 2025: Nikmati Takjil dan Kegiatan Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed!
“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayati Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa.
Mereka berdua baru saja kembali ke Timika, Papua Tengah, pada 3 Maret 2025 setelah tertahan di Yellow Valley (YV) akibat cuaca buruk yang menghambat lalu lintas helikopter, satu-satunya akses resmi ke lokasi tersebut.
“Saat ini saya dan Furky Syahroni baru tiba kembali ke Timika setelah tertahan di YV terkait cuaca buruk yang berdampak pada lalu lintas helikopter. Kondisi kami alhamdulillah stabil,” tambahnya.
Sebelumnya, dua pendaki senior, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono, meninggal dunia saat mendaki Puncak Carstensz.
Baca Juga: Jadwal KRL Solo-Jogja 4 Maret 2025: Transportasi Praktis untuk Wisata Ramadhan yang Berkesan!
Mereka mengalami hipotermia akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
Pendakian ini dimulai dengan helikopter yang membawa rombongan ke Lembah Kuning, sebelum perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju puncak.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa ekstremnya medan di Puncak Carstensz, yang dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi dan paling menantang di Indonesia.