Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Kenapa Codeblu Viral Lagi? Benarkah Lakukan Pemerasan Demi 'Take Down' Konten Negatif hingga Rp350 Juta?

Laila Zakiya • Sabtu, 1 Maret 2025 | 18:53 WIB
Codeblu diduga lakukan pemerasan kepada pelaku usaha FnB.
Codeblu diduga lakukan pemerasan kepada pelaku usaha FnB.

SOLOBALAPAN.COM - Nama Codeblu, seorang food vlogger terkenal, kembali menjadi pusat perhatian setelah terseret dalam berbagai kontroversi, mulai dari dugaan pemerasan terhadap pengusaha kuliner hingga permintaan maafnya atas ulasan yang dianggap menyesatkan.

Setelah sempat menuai kecaman akibat tuduhan bahwa ia menjual ulasan positif dan menghapus review buruk dengan bayaran hingga Rp600 juta, kini ia kembali viral karena video permintaan maafnya kepada sebuah toko kue yang sempat ia kritik.

Akun Instagram @ssc_politik membagikan sejumlah keluhan dari pengusaha kuliner yang merasa menjadi korban ulasan negatif Codeblu.

Salah satu pengusaha mengaku bahwa Codeblu menawarkan tarif Rp350 juta hingga Rp600 juta untuk menghapus ulasan buruk dan menggantinya dengan konten positif.

"Betul kak, kami juga sudah proses hukum di Jaksel. Namun belum ada info lebih lanjut dari kepolisian," kata seorang pengusaha dalam tangkapan layar yang diunggah akun @ssc_politik.

Menanggapi tuduhan tersebut, Codeblu tidak membantah bahwa tarif jasanya memang tinggi, tetapi ia menegaskan bahwa itu adalah harga dari keahliannya.

"Memang rate card gue mahal karena ilmu gue mahal. Kalau enggak butuh ya enggak perlu kerja sama," ujar Codeblu dalam unggahannya di Instagram.

Ia juga menambahkan bahwa tuduhan pemerasan terhadapnya tidak memiliki dasar hukum, karena tidak ada ancaman yang dilakukan dan uangnya pun belum masuk.

Namun, kontroversi tidak berhenti di situ.

Food vlogger lain seperti Farida Nurhan dan Chef Rinrin Marinka ikut menyoroti kasus ini, bahkan membagikan unggahan dari akun @ssc_politik, yang terus mengungkap dugaan pemerasan oleh Codeblu.

Menurut akun @ssc_politik, Codeblu sampai menangis dan meminta agar bukti-bukti dugaan pemerasannya tidak diunggah lagi.

"Keputusan bukan ada di gue, tapi ada di para korban-korbannya," tulis akun @ssc_politik.

Tak hanya dugaan pemerasan, Codeblu juga kembali menjadi sorotan setelah mengunggah video permintaan maafnya kepada sebuah toko kue.

Sebelumnya, pada 15 November 2024, Codeblu sempat mengulas sebuah toko kue terkenal, menuding mereka memberikan nastar berjamur ke panti asuhan.

Ulasannya menjadi viral, dan banyak netizen yang mengecam toko kue tersebut, bahkan menuding mereka tidak menjaga kualitas produk.

Namun, dua hari setelahnya, toko kue itu membantah tuduhan tersebut melalui media sosialnya.

"Menanggapi isu yang beredar terkait tuduhan bahwa perusahaan kami telah mendistribusikan produk kadaluarsa dan berjamur ke panti asuhan, perusahaan melakukan tinjauan internal dan tidak menemukan bukti tersebut," tulis pernyataan dari toko kue tersebut.

Mereka juga menegaskan bahwa semua produk yang diberikan dalam program CSR telah melalui proses Quality Control dan dipastikan aman untuk dikonsumsi.

Tak berhenti di situ, pada Januari 2025, Codeblu kembali membuat video yang berisi teguran terhadap toko kue tersebut setelah menerima laporan baru dari beberapa orang.

"Gue cuma menyalurkan ini, ada orang mau suaranya didengar, ya udah gue salurkan, selalu begitu," ujarnya.

Namun, setelah beberapa waktu, Codeblu akhirnya meminta maaf secara terbuka dan mengakui bahwa tuduhannya terhadap toko kue tersebut berasal dari sumber yang tidak dapat dipercaya.

"Saya telah menyebarkan berita palsu yang didapat dari sumber yang bermasalah hingga menimbulkan kerugian bagi pihak CT dan masyarakat Indonesia, meresahkan banyak orang," kata Codeblu dalam videonya.

Ia juga berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di masa mendatang. (lz)

 

Editor : Laila Zakiya
#viral #pemerasan #Codeblu