SOLOBALAPAN.COM - Isu dugaan oplosan bahan bakar kembali ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah warganet mengeluhkan kualitas Pertamax Turbo yang mereka beli di beberapa SPBU.
Banyak pengguna kendaraan, terutama pemilik motor sport dan mobil berperforma tinggi, merasa bahan bakar yang mereka gunakan tidak sesuai dengan spesifikasi seharusnya.
Keluhan ini banyak muncul di platform TikTok, salah satunya dari akun @dwinusaputra yang menulis, "Jadi selama ini kita beli Pertamax itu Pertalite, kenapa hal-hal kecil gini harus bohong si?"
Baca Juga: Siapa Bu Guru Salsa yang Link Video 5 Menitnya Viral di X? Ternyata Lulusan Sini...
Komentar lain datang dari akun @Fenzz V.2 yang menulis, "Isi sama, bau sama, harga beda. Ini mah fast track."
Pengguna lain, @Vannz, juga mengungkapkan pengalamannya, "Pantesan gw mau beli bensin make botol ga dibolehin, harus make surat ternyata biar enggak ketahuan itu Pertamax palsu. Motor jadi lebih cepat habis bensinnya, tarikan sama kenceng juga nggak ngaruh."
Di tengah berbagai keluhan yang beredar, harga Pertamax Turbo di Jawa Tengah saat ini ditetapkan sebesar Rp14.000 per liter per 1 Februari 2025, mengutip dari mypertamina.id.
Baca Juga: Ini Persiapan Persis Solo Jelang Lawan Borneo FC di Stadion Segiri, Optimis Bisa Curi Tiga Poin
Kenaikan harga ini semakin menambah kekecewaan masyarakat yang merasa tidak mendapatkan kualitas bahan bakar sesuai dengan yang mereka bayar.
Sementara itu, dugaan praktik kecurangan dalam distribusi bahan bakar ini mencuat di tengah kasus besar yang menyeret nama Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR), anak dari pengusaha minyak Riza Chalid.
Kerry diduga terlibat dalam manipulasi impor minyak mentah, menyebabkan kerugian negara hingga Rp1,937 triliun.
Ia telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba oleh Kejaksaan Agung.