Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa Pekerjaan Feni Ere yang Tewas Tragis di Palopo? Ditemukan Cuma Tinggal Kerangka Sejak Hilang Awal 2024 Lalu!

Laila Zakiya • Sabtu, 22 Februari 2025 | 20:42 WIB
Ilustrasi mayat - Feni ditemukan tinggal kerangka setelah menghilang sejak Januari 2024.
Ilustrasi mayat - Feni ditemukan tinggal kerangka setelah menghilang sejak Januari 2024.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus hilangnya Feni Ere, wanita yang ditemukan tewas di hutan lindung Palopo, Sulawesi Selatan, akhirnya terungkap.

Feni, yang sempat menghilang sejak Januari 2024, ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada 7 Februari 2025, hanya menyisakan kerangka.

Publik pun bertanya-tanya, siapa sebenarnya Feni Ere dan apa pekerjaannya sebelum kejadian tragis ini menimpanya?

Diketahui bahwa Feni Ere adalah seorang sales mobil di Palopo.

Hal ini diperkuat dari berbagai unggahannya di akun TikTok pribadinya @fennymey, di mana ia sering membagikan aktivitas kesehariannya saat bekerja.

Dalam unggahan yang terakhir diposting pada 24 Januari 2025, Feni menuliskan sebuah pesan yang kini menjadi sorotan:

"Seseorang yang tulus itu seperti apa? Dia yang siangnya sibuk kerja, malamnya nyempetin waktu buat telepon dan kasih kabar."

Selain itu, beberapa foto menunjukkan Feni mengenakan seragam sales dan berpose di dalam mobil yang ia promosikan.

Saat Feni dinyatakan hilang, keluarganya menemukan mobilnya juga ikut lenyap, menimbulkan dugaan bahwa kejadian ini terkait dengan pekerjaannya sebagai sales mobil.

Namun, ada kejanggalan lain dalam kasus ini.

Telepon genggam dan perhiasan emas Feni ditemukan masih tersimpan di lemari, menepis dugaan bahwa motif kejadian ini hanya sekadar perampokan.

"Mobilnya juga hilang, tapi HP dan emasnya ada semua di lemarinya Feni," ungkap Parman, ayah korban.

Mobil Feni kemudian ditemukan pada Juli 2024 di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, terparkir di sebuah rumah kosong.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami keterkaitan penemuan mobil tersebut dengan kematian Feni.

Feni terakhir kali menghubungi orang tuanya pada 24 Januari 2024, mengatakan bahwa ia sudah kembali ke Palopo setelah bepergian ke Malili, Luwu Timur.

Namun, keesokan harinya, Feni tidak lagi bisa dihubungi.

Ayahnya, Parman, menemukan rumah putrinya dalam kondisi yang mencurigakan.

"Kudapat percikan darah di lantai dan kasurnya, sama ada celana sor penuh darah di belakang pintu," ungkap Parman.

Polisi telah memeriksa sepuluh saksi, termasuk rekan kerja dan teman dekat Feni, namun hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Sayed Ahmad Aidid, memastikan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Sudah ada 10 orang yang kami periksa untuk kasus ini. Mereka adalah orang-orang yang bertemu Feni sebelum dinyatakan hilang, termasuk teman dekatnya,"* ujar AKP Sayed Ahmad Aidid.

Hingga kini, publik masih menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini, terutama terkait apakah kematian Feni Ere memiliki kaitan dengan pekerjaannya sebagai sales mobil atau ada motif lain di balik tragedi ini. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Feni Ere