SOLOBALAPAN.COM - Pilkada 2024 telah usai, dan Respati Achmad Ardianto resmi terpilih menggantikan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai Wali Kota Solo.
Namun, yang kini menjadi sorotan publik bukan hanya kebijakan atau program kerja yang ia siapkan, namun juga soal total kekayaannya.
Diketahui, total harta kekayaan milik Respati tercatat mencapai Rp2.020.199.000.
Lantas, dari mana saja sumber kekayaannya?
Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkannya pada 5 September 2024, berikut adalah detail kekayaan Respati Ardi:
1. Properti Senilai Rp675 Juta
Respati memiliki dua properti di Kabupaten Sukoharjo yang total nilainya mencapai Rp675 juta.
- Properti pertama: Rp150 juta
- Properti kedua: Rp525 juta
Dua aset ini berada di sekitar Solo, tepatnya di wilayah Sukoharjo, menjadikannya investasi yang cukup strategis.
2. Koleksi Mobil Senilai Rp342 Juta
Respati juga memiliki dua kendaraan pribadi dengan nilai yang cukup fantastis:
- Honda Jazz GK5 1.5 RS CVT (CKD) Tahun 2017 – Rp197 juta
- Toyota KUN40R-GKPDHG/INNOVA G Tahun 2012 – Rp145 juta
Baca Juga: Ferry Irwandi Sentil Danantara Bentukan Prabowo: Jika Gagal, Bisa Jadi Bencana Ekonomi!
3. Harta Bergerak dan Investasi: Rp177 Juta
Selain properti dan kendaraan, Respati juga memiliki aset lain dalam bentuk:
- Harta bergerak lainnya: Rp27,5 juta
- Surat berharga: Rp150 juta
Hal ini menunjukkan bahwa Respati memiliki strategi investasi yang cukup baik dan tidak hanya mengandalkan aset properti.
4. Kas dan Setara Kas: Rp825 Juta!
Yang paling mengejutkan publik adalah jumlah uang tunai yang dimiliki oleh Respati Ardi, yaitu mencapai Rp825,7 juta!
Jumlah ini menunjukkan bahwa Respati memiliki likuiditas keuangan yang sangat kuat, sesuatu yang jarang ditemukan pada pejabat publik yang baru menjabat.
Dengan total kekayaan mencapai Rp2.020.199.000 dan tanpa utang sama sekali, Respati membuktikan bahwa dirinya memiliki kondisi keuangan yang sangat stabil sebelum menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Sebagai lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret dan Magister Kenotariatan dari Universitas Gadjah Mada, Respati memang memiliki latar belakang akademis yang kuat dalam bidang hukum dan properti.
Sementara itu, Respati telah mengumumkan bahwa setelah dilantik pada 20 Februari, ia akan berkantor di kelurahan-kelurahan sebagai bagian dari program 100 hari pertamanya.
"Berkantor di kelurahan itu tetap jadi. Intinya saya ingin mendengar langsung teman-teman di kelurahan, sebelum fokus di balai kota," ujar Respati. (lz)